Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Selain Gelontor Rp 138 Juta untuk Disabilitas Ini yang Dilakukan Wali Kota Vinanda untuk Membantu para Difabel

Ayu Ismawati • Rabu, 20 Agustus 2025 | 14:37 WIB
Istri penyandang disabilitas di Kelurahan Sukorame menangis setelah suaminya menerima alat bantu kursi roda dari Wali Kota Vinanda Prameswati kemarin.
Istri penyandang disabilitas di Kelurahan Sukorame menangis setelah suaminya menerima alat bantu kursi roda dari Wali Kota Vinanda Prameswati kemarin.

JP Radar Kediri-Para penyandang disabilitas di Kota Kediri kini bisa leluasa mengakses alat bantu. Dengan mengirim surat ke Pemkot Kediri, mereka akan mendapat alat bantu yang dibutuhkan. Hingga Agustus ini, sedikitnya ada 38 difabel yang mendapat bantuan. 

Kemarin Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan alat bantu kepada sejumlah penyandang disabilitas di Kecamatan Mojoroto. Pemkot Kediri mengucurkan anggaran mencapai Rp 138,6 juta untuk membantu aksesibilitas para difabel.

difaBaca Juga: Dilema para Difabel di Kediri yang Sering Ikut Pelatihan tapi Tak Kunjung Dapat Kerja

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, pemberian alat bantu untuk disabilitas itu untuk mempermudah mobilitas mereka. Terutama yang merupakan keluarga ekonomi menengah ke bawah. 

“Semoga ini juga bisa meningkatkan kualitas hidup dari warga Kota Kediri yang kekurangan,” ujarnya ditemui usai menyerahkan alat bantu di Kelurahan Ngampel, Mojoroto kemarin.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya menambahkan, alat bantu disabilitas yang disalurkan meliputi kursi roda, alat bantu dengar, penyangga punggung, hingga sepatu angkle foot orthosis (AFO). Selain alat bantu, dinsos juga menyalurkan bantuan biaya hidup untuk mengurangi risiko sosial dampak dari kondisinya.

“Bantuan ini berasal dari anggaran belanja tidak terduga yang bisa dimintakan langsung kepada Mbak Wali (Wali Kota Vinanda),” ujarnya.

Khusus bantuan biaya hidup diberikan berdasar hasil asesmen. Yakni, berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta. Sesuai dengan kondisi penerima manfaat.

Untuk penyaluran bantuan kemarin, pemkot menyalurkan bansos penyandang disabilitas di periode tiga. Total ada 38 buah alat bantu senilai Rp 138,6 juta. Selebihnya ada 15 orang yang menerima bantuan biaya hidup total senilai Rp 17,4 juta. 

Besaran bantuan yang diberikan tiap periodenya beragam. Tergantung pengajuan dari masyarakat. “Dalam satu tahun pemkot bisa memberikan beberapa kali, tergantung pengajuan,” paparnya tentang bantuan dari belanja tidak terduga (BTT) itu.

“Nanti kalau masih ada animo lagi masyarakat mengajukan, dan Mbak Wali menyetujui, tidak menutup kemungkinan disalurkan lagi. Jadi tergantung pengajuan,” jelas Paulus sembari menyebut kebutuhan alat bantu disabilitas ini setiap tahun mencapai ratusan juta rupiah. 

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, anggaran BTT di awal 2025 ini dianggarkan Rp 12 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembelanjaan tidak terencana pemerintah daerah. Terutama jika terjadi bencana dan belanja tidak terduga lainnya.(*)

Editor : Mahfud
#difabel #dinas sosial #bantuan dana #disabilitas