JP Radar Kediri- Siapa bilang perayaan Agustusan harus ada pawai sound horeg agar bisa meriah. Buktinya di sini, di area car free day (CFD) Jalan Dhoho pagi tadi. Meskipun hanya menggelar aneka lomba namun kemeriahan suasana peringatan Kemerdekaan Kemerdekaan Bangsa Indonesia sangat terasa.
Berbagai perlombaan digelar oleh Pemkot Kediri. Baik itu yang tradisional maupun kekinian.
Lomba-lomba tradisional khas 17-an seperti makan kerupuk, balap karung, cantol besek, hingga menggiring bola digelar oleh Pemkot Kediri. Melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kota Kediri.
Lebih menarik lagi adalah keterlibatan para pejabatnya. Termasuk Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha.
Kedua pejabat politik itu hadir di lokasi kegiatan. Turut menyaksikan acara perayaan ke-80 Hari Kemerdekaan Indonesia tersebut.
Tak lupa, juga datang Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim. Sang kapolresta didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Yani Anggi.
“Ini adalah lomba yang mengingatkan kita di masa anak-anak dulu," ucap Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha.
Menurut pria yang biasa disapa Gus Qowim ini, tuga generasi sekarang adalah melestarikan. "Karena itu diadakan lomba ini," lanjutnya.
Gus Qowim itu menambahkan, terdapat banyak lomba yang digelar oleh OPD-OPD Pemkot Kediri. Semuanya bisa diikuti oleh masyarakat yang pagi tadi mengunjungi CFD Jalan Dhoho.
“Menang kalah tidak masalah," tegasnya.
Masih menurut Gus Qowim, yang penting adalah munculnya suasana gembira dan bahagia. Dua hal tersebut sangat penting dalam rangka menyambut perayaan proklamasi Indonesia ini.
Baca Juga: Polresta Kediri Bentuk Satgas Sound Horeg Jelang Karnaval Agustusan, Tak Segan Lakukan Hal Ini
"Tentunya ini harus kita syukur sebagai wujud rasa cinta kita kepada egeri ini, kepada bangsa ini," tegas Gus Qowim.
Acara perayaan kemerdekaan, berupa aneka lomba Agustusan itu sengaja digelar di CFD. Sebagai momentum membaurnya Pemerintah Kota Kediri dengan seluruh masyarakat.
Sebagaimana pesan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati–lanjut Gus Qowim–segala program pemkot harus kembali lagi ke masyarakat. Sekaligus dapat dirasakan dampaknya oleh masyarakat pula.
“Ini juga dalam rangka menyatukan antara pemerintah kota dengan masyarakat,” pungkas Gus Qowim. (*)