Ada 30 narapidana (napi) yang dipilih langsung untuk diambil sampel darahnya secara bertahap. “Pemeriksaan HIV ini merupakan langkah penanggulangan sejak dini penyebaran penyakit HIV di lapas,” ujar Kalapas Kelas II A Kediri Solichin.
WBP ini sebelum diambil sampel darahnya akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Diantaranya, diperiksa tekanan darahnya. Bahkan mereka juga akan ditanya tentang riwayat penyakit yang pernah diderita sebelumnya.
Baca Juga: Universal Coverage Jamsostek di Kediri Raya Belum Mencapai Target, Kok BIsa?
Rangkaian pemeriksaan atau screening HIV itu menurut Solichin sengaja digelar untuk deteksi dini. Nantinya jika ada narapidana yang menderita penyakit tertentu bisa segera mendapat penanganan. Termasuk dengan pemberian obat secara rutin.
Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Rutan Kelas I Surakarta mengaku bersyukur karena hasil pemeriksaan kemarin tidak ada satupun warga binaan yang terjangkit atau dinyatakan positif HIV. Namun demikian pihaknya tidak mudah puas begitu saja. Lapas akan tetap menggelar pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Alhamdulillah hasilnya negatif semua,” ujarnya dengan melempar senyum.
Baca Juga: Buntut Masalah GKJW Mojoroto Kediri, Pemkot Godok Regulasi Pendirian Tempat Ibadah
Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan Jawa Pos Radar Kediri, proses pemeriksaan HIV sempat mengantre. Kemudian screening, pengambilan darah hingga konseling dilaksanakan secara bergiliran. Meskipun beberapa napi sempat khawatir dan ketakutan saat akan diperiksa. Tetapi, apapun alasannya mereka tetap diminta mengikuti rangkaian pemeriksaan yang telah disiapkan.
Lebih jauh Solichin menjelaskan, kegiatan pemeriksaan HIV kemarin (6/8) dilakukan secara bertahap dan rutin. Itu karena jika dilakukan serentak maka yang efektif hanya yang awal. Sedangkan yang terlibat dalam pemeriksaan berikutnya bisa lebih dulu mengantisipasi agar tidak terdeteksi.
Baca Juga: Siap-Siap Berburu Ratusan Kuota Beasiswa Kuliah, Pemkot Gandeng Sembilan Kampus di Kota Kediri
Untuk diketahui, HIV ini merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Apabila tidak segera terdeteksi maka akan berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Yang merupakan tahapan akhir infeksi HIV dan mengakibatkan kekebalan tubuh sangat lemah.
Memang benar HIV tidak akan menular hanya dengan berjabat tangan, berpelukan maupun berbagi makanan. Namun tidak menutup kemungkinan penularan dilakukan akibat adanya oknum yang melakukan tindakan diluar dugaan. Seperti menggunakan tato, tindik serta alat suntik yang tidak steril dan terkontaminasi oleh darah penderita HIV.
Baca Juga: Saling Klaim Tanah di Kawasan Stasiun Kediri Deadlock di DPRD, Begini Penjelasan Dewan
“Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi preventif yang mendukung lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan manusiawi,” terangnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Tak hanya pemeriksaan, tim medis juga turut mengedukasi agar napi mengetahui penyakit HIV/AIDS. Termasuk cara penularannya. Lalu perlunya tindak pencegahan seperti pentingnya pola hidup bersih dan penggunaan alat pelindung diri.
Terakhir, melalui kegiatan ini diharapkan warga binaan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dan mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan lapas.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian