KEDIRI, JP Radar Kediri- Setelah selesai membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) akhir 2024 lalu, Pemkot Kediri lanjut membangun akses jalan.
Proyek pembangunan jalan itu dilakukan untuk menunjang fasilitas menuju IPLT. Targetnya, pembangunan akses jalan itu tuntas di tahun ini.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, proyek pembangunan jalan itu memanjang di sisi timur laut gerbang IPLT.
Kemarin, beberapa pekerja nampak melanjutkan pekerjaan di sepanjang area itu. Di sana, Pemkot Kediri akan membangun akses jalan sepanjang 250 meter dengan lebar total 21 meter.
“Saat ini pekerjaan saluran samping sudah selesai. Ini mulai penyiapan badan jalannya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga I Made Dwi Permana.
Adapun akses jalan menuju IPLT nantinya akan berupa jalan paving. Tak hanya membangun akses jalan.
Di sana juga akan dibangun landscape taman di sepanjang jalan tersebut. Taman sebagai representasi ruang terbuka hijau itu akan berada di area median jalan.
Made menambahkan, pembangunan landscape itu bertujuan agar kawasan itu bisa menjadi lebih indah.
Sebab tak bisa dipungkiri, masih ada stigma yang melekat di masyarakat terkait fasilitas tersebut. Landscape taman yang juga dihadirkan di sana diharapkan bisa menjadikan kawasan itu rapi dan indah.
“Pembangunan akses jalan kami targetkan selesai sampai akhir Desember,” sambung Made.
Untuk diketahui, fasilitas IPLT itu didirikan di lahan aset Pemerintah Kota Kediri yang berada di Kelurahan Campurejo, Mojoroto.
Secara umum, fasilitas itu terletak di tengah kawasan pertanian yang luas. Dengan demikian, dibutuhkan akses jalan yang memadai untuk menuju ke sana.
Nilai kontrak proyek itu tercatat mencapai Rp 2,4 miliar yang dianggarkan dari APBD Kota Kediri.
Berdasarkan kajian Dinas PUPR Kota Kediri, instalasi pengolahan lumpur tinja itu bisa menampung hingga 15 meter kubik per harinya.
Fasilitas itu dibangun untuk menciptakan sanitasi yang aman di Kota Kediri. Yakni, terolahnya lumpur tinja demi memenuhi baku mutu air limbah domestik.
IPLT itu diproyeksikan bisa melayani 50 ribu rumah tangga. Atau, setara dengan kurang lebih 150 ribu jiwa.
Dengan pengolahan itu, ditargetkan limbah domestik itu tidak lagi menimbulkan pencemaran lingkungan.
Sebab pengolahan lumpur tinja dengan penggabungan sistem konvensional, semi konvensional, dan mekanis dapat mengubah limbah domestik itu menjadi air. Sehingga aman dibuang ke sungai.
Editor : Andhika Attar Anindita