Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waduh! Puluhan Balita di Kayenkidul Kediri Alami Stuck, Belasan Stunting  

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 7 Agustus 2025 | 05:02 WIB

 

ILUSTRASI: Berat bayi yang stuck.
ILUSTRASI: Berat bayi yang stuck.
KEDIRI, JP Radar Kediri- Pertumbuhan balita di Kabupaten Kediri agaknya perlu mendapat perhatian serius. Di salah satu desa di Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri masih ada puluhan balita yang pertumbuhannya stuck. Dari jumlah tersebut hampir setengahnya stunting. 

Hal itu terungkap dari Fia, 25, kader pembangunan manusia (KPM) di salah satu desa di Kecamatan Kayenkidul. Dia mengungkapkan kendala pertumbuhan pada anak-anak di desanya masih cukup banyak. Dari ratusan balita di desanya, ada puluhan balita yang stuck dan belasan kondisinya stunting. 

Sebagai kader KPM, dia pun melakukan pendampingan melalui Program Makanan Tambahan (PMT). Program ini menjadi upaya Pemkab Kediri melalui dinas kesehatan untuk meningkatkan status gizi masyarakat. Khususnya mereka yang masuk ke dalam kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil. 

Puluhan balita stuck dan belasan yang stunting itu menerima program makanan tambahan. Selain balita, juga ada ibu hamil. “Pelaksanaan program makanan tambahan ini diketahui dari pendataan di posyandu per dusun,” ucapnya. Dapat dilihat dari, perkembangan berat badan balita yang dipantau secara berkala. 

Jika ditemukan berat badan yang stagnan (stuck), menurun, atau berada di bawah garis merah maka balita tersebut akan menjadi prioritas penerima PMT. Hal serupa berlaku untuk ibu hamil. Mereka yang memiliki berat badan stagnan atau kadar hemoglobin (Hb) rendah juga menjadi sasaran penerima bantuan. 

“Prioritasnya ya para balita dan ibu hamil yang bb (berat badan) stuck, datanya dari posyandu yang dilakukan setiap bulan” ungkapnya.

Menu PMT disesuaikan dengan usia dan kebutuhan gizi masing-masing penerima. Untuk balita, makanan yang diberikan antara lain dimsum, bubur, puding, nugget ayam sayur, buah, hingga telur. Menu dipasok oleh jasa katering lokal yang telah mengikuti anjuran gizi dari pihak puskesmas.

Penambahan makanan tambahan untuk ibu hamil juga dirancang dengan prinsip gizi seimbang. Hal itu untuk mendukung pertumbuhan janin sekaligus menjaga daya tahan tubuh sang ibu. Program ini diberikan dalam periode berbeda, tergantung kondisi dan tingkat kebutuhan, mulai dari 14 hari, 28 hari, hingga 56 hari.

Selain PMT dari dinas kesehatan, beberapa desa juga menjalankan program makanan tambahan secara mandiri. Sasarannya adalah balita dengan risiko stunting sebagai bagian dari upaya pencegahan sejak dini.

Secara keseluruhan, PMT memberikan manfaat nyata seperti meningkatkan asupan gizi balita dan ibu hamil. Menurunkan risiko gizi kurang dan stunting, meningkatkan kondisi kesehatan ibu selama kehamilan.

“Alhamdulilah ada beberapa anak yang sudah mulai stabil berat badannya. Pihak puskesmas juga rutin melakukan pengecekan” pungkasnya.

Salah satunya adalah buah hati, Ria, 32. Anaknya yang sempat menjadi sasaran program penambahan makanan di desanya di Kecamatan Kayenkidul, kini sudah kembali normal. 

Ibu dua anak itu sempat mengaku bingung anaknya masuk kategori balita stuck karena berat badannya tidak bertambah. “Padahal makannya lahap dan gizinya tercukupi. Tapi anaknya aktif,” ujarnya. Dia menduga, bayi keduanya yang masih berusia 11 bulan itu berat badannya stuck karena terlalu aktif.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#dinkes #kediri #Stuck #pemkab kediri #stunting #balita #kayenkidul