KEDIRI, JP Radar Kediri– Gelar sarjana tidak menjamin seseorang mudah mendapatkan pekerjaan. Tercatat, ada ribuan sarjana di Kota Tahu yang belum mendapat pekerjaan pada 2024.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, ada sebanyak 1.173 sarjana yang menganggur pada 2024.
Lebih jauh, Kota Tahu memiliki tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebanyak 165.918 orang.
Sejumlah 159.918 diantaranya telah bekerja. Lalu, sisanya sebanyak 6.492 orang berstatus sebagai pengangguran.
Namun begitu, angka pengangguran di Kota Kediri cenderung berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2022, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7.180 orang. Kemudian pada 2023 ada sebanyak 6.754 orang.
“Lalu 2024, ada sebanyak 6.492 orang atau 3,91 persen,” ujar Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono.
Untuk diketahui, yang masuk dalam kategori pengangguran berdasarkan survey adalah mereka yang tidak bekerja.
Termasuk juga sedang mencari pekerjaan. Maupun yang sudah diterima kerja namun belum memulai bekerja.
Menurut Emil, banyak alasan yang menyebabkan sarjana menganggur di Kota Tahu. Bukan karena gengsinya dalam memilih pekerjaan. Tapi juga karena masih fresh graduate sedang mencari jati dirinya.
Misalkan mereka yang lulusan dari pertanian tetapi harus bekerja di perbankan. Sebaliknya mereka lulusan ekonomi tetapi harus bekerja di perusahaan pertanian.
Padahal bisa saja lapangan pekerjaan tersebut masih satu lintas ilmu yang dipelajarinya. Selain itu, mereka yang sudah lulus sarjana biasanya memiliki standar dalam memilih pekerjaan dan gaji.
Tak heran jika mereka banyak pertimbangan ketika akan mengambil suatu pekerjaan. Berbeda dengan mereka yang pendidikannya rendah. Mereka lebih menerima pekerjaan apapun asal memperoleh gaji.
“Mayoritas gen z sekarang lebih memilih kerja dengan usaha sedikit tetapi lebih banyak hasilnya. Misalnya menjadi content creator,” ucapnya.
Sementara itu Ghea, 22, menerangkan sebagai lulusan sarjana memang ada kebimbangan pada dirinya.
Antara bekerja sesuai passion tetapi gaji sedikit. Atau bekerja berbeda dengan jurusan tetapi gajinya besar.
“Tidak banyak lowongan yang sesuai di Kota Kediri. Rata-rata masih banyak di kota besar,” ungkapnya.
Menurutnya, di Kota Kediri ini mayoritas lapangan pekerjaan adalah bidang industri dan jasa. Sehingga relatif terbatas ketika dia harus memilih pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya.
“Makanya sekarang saya bekerja seadanya dulu. Sembari menunggu peluang kerja yang lebih bagus,” aku perempuan asal Kecamatan Pesantren, Kota Kediri itu.
Selain bekerja seadanya, kini Ghea juga rajin mengikuti pelatihan untuk menambah skill yang dimiliki.
Sehingga nantinya ketika ada peluang yang lebih bagus, dia bisa memenuhi kualifikasi. Berikut angka pengangguran Kota Kediri pada 2024 berdasarkan pendidikan:
Lulusan Jumlah
SD 651
SMP 901
SMA 1.826
SMK 1.693
DI/II/III 248
D4/S1/S2/S3 1.173
Total 6.492
Sumber: BPS Kota Kediri
Editor : Andhika Attar Anindita