JP Radar Kediri-Pemerintah Kota Kediri mengembangkan layanan call center tanggap daruratnya. Kemarin, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha menyaksikan simulasi layanan Sobat Dokter dan Siap Mbak, di Command Center Balai Kota Kediri.
Dengan dua layanan tersebut, masyarakat bisa berkonsultasi dengan dokter dari Dinas Kesehatan Kota Kediri selama 24 jam. Yakni lewat layanan yang terintegrasi dengan Lapor Mbak Wali 112.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, simulasi yang berlangsung sekitar pukul 11.00 itu dilakukan untuk dua skenario. Yakni, medis dan non-medis. Skenario konsultasi medis menunjukkan saat seorang warga menghubungi 112 dengan keluhan sakit perut.
Merespons hal tersebut, operator 112 menghubungkan dengan operator di dinas kesehatan. Dokter yang siaga 24 jam lalu memberi arahan langsung terkait keluhan medis masyarakat melalui pesan WhatsApp.
Dalam simulasi kemarin, ada beberapa masukan untuk perbaikan. Di antaranya tentang manajemen operator menghadapi antrean penelepon. Termasuk Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang meminta agar layanan bisa lebih efektif. Yakni, masyarakat yang ingin konsultasi kesehatan bisa langsung diarahkan ke operator dinas kesehatan. Tanpa melalui operator 112.
“Karena kalau masyarakat harus menunggu dari 112 telpon balik, ini saya rasa juga memakan waktu lama. Sebaiknya saat masyarakat chat (melalui chat bot Sobat Dokter, Red) langsung saja masuk ke operator dinas kesehatan,” pintanya terkait penyempurnaan layanan.
Lebih jauh Vinanda menyebut, dua layanan kemarin diluncurkan untuk memberi kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Melalui aplikasi chat bot itu, masyarakat yang ingin konsultasi dengan dokter bisa langsung dilayani secara online dan gratis.
“Tetapi di sini sifatnya rekomendasi. Jadi ketika keluhan dari masyarakat ada yang parah, maka dokter akan memberi arahan bagi masyarakat untuk segera pergi ke layanan kesehatan terdekat seperti puskesmas atau rumah sakit,” urai Vinanda.
Saat konsultasi online, menurut Vinanda dokter akan membuat diagnosa sebagai dasar rekomendasi. Yaitu, apakah cukup dengan membeli obat atau harus berobat ke layanan kesehatan.
Selain Sobat Dokter, kemarin Vinanda juga meluncurkan Siap Mbak. Aplikasi itu akan membantu masyarakat mengakses nomor antrean Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) secara online. Dengan mendaftarkan antrean secara online, masyarakat bisa lebih cepat mengakses layanan di Labkesda Kota Kediri.
“Kalau sebelumnya kan tidak ada aplikasi. Sehingga masyarakat harus datang dulu kemudian kalau antrenya panjang juga masyarakat harus menunggu. Dengan ini bisa memudahkan masyarakat,” tandasnya, ditemui di Command Center Balai Kota Kediri kemarin.
Dengan simulasi kemarin, Vinanda menegaskan jika masyarakat sudah bisa mengakses dua aplikasi tersebut. Khusus Sobat Dokter juga sudah berjalan sejak sebulan terakhir.
“Ini tadi (30/7) sudah di-launching. Nanti akan diumumkan kepada masyarakat bahwa Sobat Dokter maupun aplikasi Labkesda sudah bisa digunakan,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Muhammad Fajri Mubasysyir menambahkan, sedikitnya ada lima dokter yang disiagakan yang bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Selama 24 jam, ada satu dokter yang disiagakan di setiap sif-nya.
“Mungkin hampir sama dengan aplikasi-aplikasi berbayar yang biasa ditemui di playstore. Nah, ini kami bawa ke sini tapi gratis. Jadi masyarakat bisa konsultasi apapun terkait kesehatan,” ungkap Fajri.
Karena terintegrasi dengan call center 112, semua masyarakat Kota Kediri bisa mengakses. Tergantung keluhan yang disampaikan. Masyarakat bisa memilih beberapa opsi layanan dalam chat bot. Jika terkait konsultasi kesehatan, maka akan langsung diarahkan dengan dokter yang siaga di dinas kesehatan.
“Kami sudah siagakan dokter selama 24 jam dengan pembagian sif per delapan jam. Jadi 24 jam stay di sana,” beber Fajri. (*)
Editor : Mahfud