KOTA, JP Radar Kediri-Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar pemeriksaan mata dan telinga, melalui deteksi dini gangguan penglihatan sertapendengaran siswa sekolah dasar (SD).
Acara yang digelar untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) itu diikuti oleh ratusan siswa dariberbagai SD di Kota Kediri.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sebanyak 362 siswa yang dihadirkan di Dinas Kesehatan Kota Kediri itu menjalani pemeriksaan secara bergiliran.
Mereka mengikuti tes mata dan diperiksa kondisitelinganya.
Jika dalam pemeriksaan mereka diperiksa oleh dokter umum, siswa yang ditemukan indikasigangguan diarahkan mengikuti pemeriksaan lebihlanjut.
Mereka diperiksa lebih lanjut oleh dokterspesialis di aula Dinas Kesehatan Kota Kediri.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri drMuhammad Fajri Mubasysyir mengatakan, deteksidini kemarin digelar untuk mengetahui apakah anak-anak memiliki keluhan pada penglihatan dan pendengaran.
Apabila ditemukan ada masalah, langsung dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokterspesialis.
“Bila diperlukan terapi lanjutan juga akankami rujuk ke rumah sakit,” kata pria yang akrabdisapa Fajri itu.
Lebih jauh Fajri menyebut, pemeriksaan kemarindilakukan oleh tim dari puskesmas, perhimpunandokter spesialis telinga hidung tenggorokan bedahkepala dan leher Indonesia, dan lainnya.
"Ke depanakan ada skrining kepada seluruh siswa. Untuk hariini (23/7) hasilnya memang lebih banyak yang mengalami masalah pendengaran,” terang Fajrisembari menyebut paling banyak karena serumenatau kotoran di telinga yang menumpuk.
Baca Juga: Wali Kota Kediri Wanti-Wanti Hal Ini Terkait Penyaluran Beras Bansos
Untuk diketahui, deteksi dini gangguanpenglihatan dan pendengaran siswa kemarin ditinjaulangsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
"Bertepatan dengan Hari Anak Nasional tahun 2025 ini Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan bersinergimenggelar deteksi dini gangguan penglihatan dan pendengaran. Kesehatan ini menjadi fondasi untukmembentuk sumber daya manusia yang unggul," ujarnya.
Mbak Wali memastikan, Pemkot Kediri terusberupaya mendorong masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Deteksi dini gangguan penglihatan dan pendengaran ini merupakan salah satu upayapemerintah untuk mewujudkan sumber daya manusiayang unggul.
Selama ini gangguan penglihatan dan pendengaran ini luput dari perhatian. Padahal,gangguan tersebut bisa berdampak besar pada tumbuh kembang, kemampuan belajar, bahkanmembentuk rasa percaya diri anak.
"Tadi saya keliling dan hasilnya anak-anak inipenglihatannya sehat tetapi banyak yang bermasalahdengan pendengaran. Ke depan perlu adanyasosialisasi untuk guru dan orang tua agar pendengaran anak-anak lebih sehat. Perlu dilakukanpemeriksaan rutin enam bulan sekali," ungkapnyamengapresiasi dinas kesehatan, dinas pendidikan, para tenaga kesehatan dan puluhan sekolah yang sudah berkolaborasi.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira