JP Radar Kediri- Memperingati Hari Anak Nasional, ratusan pelajar sekolah dasar (SD) merayakan dengan berbeda. Mereka mengikuti deteksi dini gangguan penglihatan dan pendengaran, pagi ini (23/7).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Dinas Kesehatan Kota Kediri itu. Sekaligus berpesan tentang pentingnya skrining sedini mungkin kondisi penglihatan dan pendengaran bagi anak.
Pemeriksaan dini dua indera itu sangat penting. Sebab erat kaitannya dalam mendukung proses pembelajaran.
Datang sekitar pukul 08.30, Vinanda langsung disambut ratusan pelajar SD yang berebut menyalaminya. Sedikitnya ada 362 pelajar dari SD se-Kota Kediri yang datang.
“Kesehatan ini pondasi utama dalam membentuk SDM yang unggul. Dan pemerintah terus berupaya mendorong masyarakat yang sehat dan sejahtera,” ujar Vinanda.
Menurutnya, deteksi dini gangguan penglihatan dan pendengaran itu sangat penting bagi anak-anak. Sering kali gangguan pada dua indra itu telat disadari orang tua. Sehingga pengobatannya pun kurang maksimal karena telat terdeteksi.
“Terkadang orang tua nggak tahu anak-anak ada kendala di pendengaran atau penglihatannya. Tahunya mungkin malas belajar. Padahal ketika dicek, anak-anak ini ada gangguan di pendengaran maupun penglihatannya,” sambungnya.
Sehingga, dia pun mendorong agar deteksi dini semakin digencarkan. Dengan demikian, anak-anak Kota Kediri bisa menjadi generasi yang unggul. Khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Saya juga berpesan ke adik-adik, jangan sering-sering main Hp (handphone, Red). Nanti kacamatanya tebel,” kelakarnya, di depan ratusan pelajar SD Kota Kediri.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fajri Mubasysyir menambahkan, deteksi dini itu dilakukan sebagai upaya identifikasi masalah sedini mungkin. Pihaknya pun berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri untuk menyasar anak-anak usia sekolah dasar.
Di sana, siswa mengikuti pengecekan tinggi badan, cek penglihatan, dan pendengaran. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter.
“Ini merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap kesehatan anak-anak. Khususnya dalam aspek pendengaran dan penglihatan yang vital mendukung proses pembelajaran,” ujarnya.
Dengan dilakukan deteksi dini, maka penanganan pun bisa dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Adapun kegiatan itu tidak hanya sebagai pencegahan. Anak-anak yang terdeteksi membutuhkan perawatan lebih lanjut akan langsung diberi terapi.
“Kalaupun ada masalah, nanti langsung kami bisa intervensi dengan kami terapi. Dan kalau perlu terapi lanjutan, nanti akan kami rujuk ke rumah sakit untuk dilakukan terapi lanjutan,” tandas Fajri. (*)
Editor : Mahfud