Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gowes Bareng Wali Kota se-Indonesia, Kota Kediri Tutup Apeksi 2025 dengan Aksi Hijau!

Ayu Ismawati • Sabtu, 19 Juli 2025 | 15:29 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati (kanan) bersepeda bersama para wali kota dan delegasi Apeksi menuju ke Taman Brantas saat melakukan penanaman pohon dan tebar benih ikan di Sungai Brantas (18/7).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati (kanan) bersepeda bersama para wali kota dan delegasi Apeksi menuju ke Taman Brantas saat melakukan penanaman pohon dan tebar benih ikan di Sungai Brantas (18/7).

Para wali kota dan delegasi Muskomwil IV memulai hari lebih awal.

Menyusuri sudut-sudut Kota Kediri dengan mengayuh sepeda. Menunjukkan komitmen besar pada pelestarian alam. 

Hari masih pagi ketika para wali kota dan delegasi kota anggota Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV Ke-13 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) bersiap.

Masing-masing berdiri di dekat sepeda. Sepeda itu memang sengaja disiapkan untuk kendaraan mereka.

Para kepala daerah itu terlihat santai dengan pakaian olahraga. Kaus warna biru bertuliskan Apeksi. Lengkap dengan topi putih.

Baca Juga: Mbak Wali dan Wamendag Kunjungi Sentra Tenun Ikat, Dapat Lampu Hijau untuk Tembus Mancanegara!

Tak seperti agenda-agenda sebelumnya, yang banyak diisi aktivitas resmi, di hari terakhir kemarin mereka diajak menyusuri wajah lain Kota Kediri.

Hanya, tak semua wali kota ikut. Sebagian sudah pulang karena diburu agenda lain.

Mengambil start dari Hotel Grand Surya, rombongan mulai gowes santai dengan rute awal di Jalan Dhoho.

Berlanjut menyusuri kawasan heritage Kelurahan Pakelan. Di kawasan Pecinan itu, rombongan juga melewati Klenteng Tjoe Hwie Kiong yang sudah berusia ratusan tahun.

Terus mengayuh sepeda, rombongan lalu diarahkan melintasi Jembatan Brawijaya.

Menengok ke arah selatan, rombongan juga bisa melihat Jembatan Lama Brug Over den Brantas te Kediri yang merupakan salah satu bangunan ikonik.

Baca Juga: Megahnya Kontingen PT Gudang Garam Tbk yang Usung Romansa Ande-Ande Lumut saat Apeksi Nite Carnival

Bangunan cagar budaya itu merupakan jembatan dengan konstruksi besi tertua di Jawa dan dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda 156 tahun lalu.

“Tadi Bapak Wali Kota Madiun sampai bilang katanya rutenya masih kependekan. Jadinya mau nambah gowes lagi,” ujar Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, sembari tertawa kecil.

Jarak rute gowes santai menuju lokasi finish di Taman Brantas memang hanya 1 kilometer.

Vinanda bersyukur, di hari terakhir rangkaian Muskomwil IV Ke-13 Apeksi, Kota Kediri bisa memberikan persembahan aktivitas yang berkesan.

Tentunya, memberikan dampak bagi lingkungan hidup.

“Hari ini (18/7) kami menutup rangkaian Apeksi dengan gowes bersama. Kemudian penanaman pohon, dan penyebaran benih ikan,” tandas wali kota termuda di Indonesia itu.

Baca Juga: Hari Terakhir Muskomwil IV Apeksi, Wali Kota Kediri Vinanda dan Delegasi Lainnya Lakukan Hal Ini

Setibanya di Taman Brantas, para wali kota delegasi bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melakukan penebaran benih ikan di Sungai Brantas.

Benih-benih ikan itu merupakan jenis ikan endemik yang ditebar untuk membantu memulihkan ekosistem perairan sungai terpanjang di Jawa Timur itu.

“Sungai Brantas ini bukan sekadar aliran air. Melainkan sejak zaman dulu sungai ini telah menjadi jantung kehidupan yang memompa perkembangan peradaban di sepanjang alirannya. Tak terkecuali bagi Kota Kediri yang tumbuh menjadi pusat perdagangan, industri, dan usaha jasa. semua berkat peran vital dari Sungai Brantas,” terangnya.

Setelah menebar benih ikan, para wali kota dan perwakilan delegasi Komwil IV Apeksi lalu secara simbolis melakukan penanaman pohon.

Penanaman pohon itu menjadi agenda rutin Apeksi. Tujuannya untuk mempertahankan ruang terbuka hijau di perkotaan sebagai salah satu ruang publik bagi masyarakat.

Pun sebagai upaya pelestarian lingkungan untuk kota yang berkelanjutan. Pohon yang ditanam itu meliputi beringin dolar, serut, cemara udang, hingga anting putri.

“Pohon yang kita tanam ini merupakan bentuk investasi masa depan. Pohon-pohon ini saya yakin akan tumbuh dengan rindang dan memberikan oksigen bagi generasi mendatang,” tandasnya, yang kemarin menanam pohon jenis beringin dolar di Taman Brantas.

Vinanda mengatakan, kegiatan itu menjadi wujud komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kelestarian lingkungan. Serta memberikan warisan terbaik bagi generasi penerus.

“Ini juga jadi simbol sinergi, kolaborasi, yang telah kita jalin selama ini,” imbuhnya.

Penebaran benih ikan dan penanaman pohon di Taman Brantas itu sekaligus menandai berakhirnya rangkaian Muskomwil IV Ke-13 Apeksi di Kota Kediri.

Vinanda berharap, diskusi-diskusi dan saling tukar pikiran yang telah terlaksana bisa membawa dampak konkret.

Yakni, dalam menentukan langkah membawa kemajuan di kota masing-masing.

Baca Juga: Ketika Para Ketua TP PKK Diajak Keliling Kota di Sela Agenda Muskomwil IV Ke-13 Apeksi

Seperti diberitakan, Kota Kediri menjadi tuan rumah Muskomwil IV Ke-13 Apeksi tahun 2025. Selama 16 - 18 Juli, sebanyak 13 wali kota maupun delegasi kota anggota Komwil IV mengikuti serangkaian kegiatan di Kediri.

Termasuk muskomwil yang digelar pada 17 Juli lalu sebagai agenda utamanya.

Dalam musyawarah itu, telah dikukuhkan Ketua Komwil IV yang baru. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dipilih sebagai Ketua Komwil IV Apeksi periode 2025-2027.

Menggantikan ketua sebelumnya, Ika Puspitasari, yang juga menjabat Wali Kota Mojokerto sekaligus Wakil Ketua Dewan Pengurus Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Apeksi Kota Kediri 2025 #apeksi 2025