KOTA, JP Radar Kediri-Pemerintah Kota Kediri segera menindaklanjuti temuan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait beras oplosan yang beredar di masyarakat.
Tim gabungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan lintas sektor untuk melakukan pengecekan lapangan.
Untuk diketahui, beberapa merek beras yang terindikasi beras oplosan sebelumnya banyak ditemui di supermarket lokal hingga minimarket berjejaring nasional. Sebagian juga ada di pasar tradisional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri M. Ridwan mengatakan, hingga kemarin belum ada laporan dari masyarakat maupun temuan terkait beras terindikasi oplosan.
Namun, mengantisipasi peredaran beras yang tidak terstandar itu, tim pengendalian inflasi daerah (TPID) bersama Satgas Pangan siap turun ke lapangan.
“Kami akan melakukan action biar pelaku-pelaku yang melakukan kegiatan nakal bisa mendapat semacam efek jera dan tidak melakukan tindakan melanggar di Kota Kediri,” ujarnya.
Terkait sasaran pengecekan, menurut Ridwan akan menyasar titik-titik peredaran beras. Mulai dari distributor, pasar-pasar, hingga semua pengusaha produsen beras maupun yang mengedarkan beras.
“Ibaratnya nguping ke masyarakat. Ada nggak informasi kecurangan atau tindakan-tindakan kriminal yang mengiringi proses pemasaran kebutuhan pokok. Tapi sejauh ini belum ada,” lanjutnya.
Untuk memastikannya, pengecekan lapangan akan dilakukan bersama lintas. Jika nantinya ada temuan tindakan pidana, otomatis akan ditindaklanjuti oleh kepolisian. Di saat yang sama, pemkot akan melakukan penarikan produk yang dianggap tidak memenuhi syarat itu.
“Kalau kami sifatnya sosialisasi, edukasi, untuk memastikan produk kebutuhan pokok di masyarakat ini benar-benar layak dikonsumsi dan tidak ada unsur kecurangan atau kejahatan dari sisi penjualannya,” urai Ridwan.
Hal senada juga dilakukan Pemkab Kediri. Sekretaris Daerah (Sekda) M. Solikin mengatakan, pihaknya akan ikut aktif memberantas beras oplosan. Caranya, dengan mengoptimalkan pemantauan lapangan.
“Sesuai instruksi Pak Mentan (Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Red) kami juga mendukung pengusutan beras oplosan,” ungkap Solikin.
Pemkab, lanjut Solikin, sudah memerintahkan dinas perdagangan dan perindustrian (disdagin) untuk rutin memantau kondisi pasar. Sehingga, jika ada beras oplosan yang beredar bisa terdeteksi dan dilakukan penanganan.
Dikatakan Solikin, saat ini pemkab juga bersiap membagikan beras gratis kepada masyarakat miskin.
"Kabupaten kemarin mendapatkan bapang (bahan pangan, Red) beras sebanyak 122 ribu. Pembagiannya dibarengkan dengan cek kesehatan gratis,” terang Solikin sembari menyebut beras akan dibagikan kepada warga miskin kategori desil 1.
Kepala Disdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menambahkan, pihaknya segera melakukan sidak lanjutan menindaklanjuti temuan beras oplosan. mengatakan, bahwa pihaknya rutin melakukan pemantauan di pasar.
"Kami sudah melakukan sidak. Dan akan melakukan sidak lagi menindaklanjuti adanya beras-beras yang ditarik pusat," tandas Tutik.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira