Vinanda berkomitmen untuk membenahi kawasan Stasiun KA Kediri. “Itu masukan yang baik. Dan kami akan terus berupaya untuk menyelesaikan tantangan-tantangan sehingga ke depan persoalan yang ada ini harus segera diselesaikan. Itu masukan yang bagus untuk kami,” ujarnya.
Selanjutnya, Vinanda berharap, pemerintah maupun DPRD bisa bersama-sama membangun Kota Kediri. Yakni mencari solusi agar permasalahan bisa segera diselesaikan. Terutama problem di kawasan Stasiun KA Kediri.
Sebelumnya, Komisi B DPRD Kota Kediri juga menggelar hearing pada 26 Juni lalu. Mediasi itu menyusul warga setempat yang menyoal tentang pemanfaatan lahan di kawasan stasiun. Masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Bocah Stasiun (Bosta) Kota Kediri menyoal pemanfaatan lahan yang memicu perubahan eksisting di kawasan Stasiun Kediri.
Sayangnya, pertemuan yang juga menghadirkan perwakilan PT KAI itu masih deadlock. Komisi B akan berencana menggelar hearing lanjutan. Salah satunya menunggu masing-masing pihak—baik PT KAI maupun Pemkot Kediri—membeberkan data terkait sebaran aset yang dikuasai.
Dikonfirmasi terkait tindak lanjut hearing, Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Arief Junaidi mengatakan, pihaknya masih berkomunikasi dengan PT KAI pusat. Sebelumnya, DPRD Kota Kediri sudah berkoordinasi dengan pemkot untuk bersurat kepada PT KAI.
“Koordinasi itu untuk menyurati PT KAI pusat terkait mana letak aset-aset PT KAI yang ada di Kota Kediri. Jadi hasil RDP langsung kami serahkan pimpinan sehingga langsung koordinasi dengan Pemerintah Kota Kediri,” ujarnya.
Melalui koordinasi itu, diharapkan kepastian data terkait penguasaan aset itu bisa menyeluruh. Tidak hanya di kawasan stasiun melainkan di seluruh Kota Kediri untuk menghindari konflik serupa.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian