KEDIRI, JP Radar Kediri- Perubahan database penerima bantuan sosial (bansos) karena pemberlakuan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) memicu perubahan sasaran penerima manfaat.
Salah satunya memengaruhi penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) daerah yang masih dalam proses kajian.
Kajian yang dilakukan Pemkot Kediri itu salah satunya untuk menentukan sasaran penerima manfaat.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya mengatakan, penyaluran bansos dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu masih dikaji.
Kajian yang dilakukan oleh pihak ketiga itu salah satunya mempertimbangkan database bansos yang baru. Yakni, DTSEN.
“Seperti kenapa dikasih segitu, kenapa orang itu yang dikasih, apakah nanti ada dampaknya kalau dikasihkan ke orang itu, itu yang sekarang masih dalam kajian,” ujarnya.
Dengan demikian, pihaknya memperkirakan kajian itu selesai di Juli ini. Selanjutnya, pencairan BLT itu ditargetkan bisa terealisasi paling cepat pada awal September mendatang.
Karena itu, dinsos juga belum bisa menentukan siapa saja yang berhak menerima. Termasuk besarannya yang akan disalurkan kepada para penerima manfaat.
Editor : Andhika Attar Anindita