KOTA, JP Radar Kediri–Perbaikan Stadion Brawijaya yang ditunggu-tunggu oleh Persikmania, akhirnya dimulai kemarin.
Di tahap awal, Pemkot Kediri melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) akan melakukan pengecatan area tribun.
Bangunan yang didominasi warna merah dan biru itu akan diubah menjadi ungu, warna khas Kota Kediri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Yono Heryadi mengatakan, pengecatan akan menyasar seluruh tribun stadion.
“Nanti dicat warna ungu. Ada ungu agak gelap, ada terang,” kata Yono dihubungi melalui telepon.
Selain mempercantik stadion dengan mengecat ulang, Yono menyebut pihaknya juga akan melakukan revitalisasi di beberapa bagian. Mulai ruang ganti pemain hingga kamar mandi.
Hanya saja, sebelum memulai perbaikan fisik masih ada beberapa tahapan yang harus ditempuh. “Saat ini masih finalisasi desainnya, kan harus didesain lagi,” tandasnya.
Sesuai tahapan kompetisi BRI Super League, Yono menyebut perbaikan Stadion Brawijaya ditargetkan rampung Agustus nanti. Sehingga, stadion yang saat ini tengah diajukan sebagai markas Persik Kediri itu sudah benar-benar siap.
“Mbak Wali memang concern itu (perbaikan stadion, Red). Kami mendukungnya (Persik Kediri, Red) dari sektor itu,” terangnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, setidaknya ada sekitar 20 pekerja yang memulai tahapan pengecatan tribun Stadion Brawijaya. Mulai dari mengampelas tembok serta mengecat tembok.
Tak hanya itu, beberapa pekerja juga melakukan pengecatan pada pagar pembatas antara tribun dan lapangan. Selain mengecat area tribun, perbaikan juga dilakukan di area lapangan.
Sejumlah pekerja melakukan top dressing atau meratakan permukaan lapangan. Jika pengecatan tribun lebih pada estetika stadion, top dressing akan sangat menentukan kenyamanan tim dalam bermain.
Baca Juga: Rumput Stadion Brawijaya Markas Persik Kediri Diperbaiki, Bakal Memakan Waktu Segini
“Fungsi top dressing itu yang pertama untuk mengurangi gelombang. Biar untuk passing bisa nyaman. Dan kalau terlalu bergelombang itu juga berbahaya untuk pemain,” sambung Ketua Panita Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persik Kediri Tri Widodo saat dikonfirmasi terpisah.
Menurutnya, top dressing tahap pertama sudah selesai dengan pengurukan pasir setinggi empat sentimeter.
Selanjutnya, di top dressing kedua akan dilakukan pengurukan pasir setebal tiga sentimeter secara bertahap.
“Kalau semua diuruk pasir, rumputnya akan mati. Jadi harus bertahap,” tegas pria berkumis tebal itu.
Terkait perbaikan Stadion Brawijaya, Widodo mengaku berterima kasih kepada Pemkot Kediri.
Dengan perbaikan itu dia berharap Macan Putih tetap bisa bermaskas di Stadion Brawijaya.
“Ini komitmen bersama agar Persik ber-homebase di Stadion Brawijaya. Jangan sampai jadi musafir,” tegasnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira