KABUPATEN, JP Radar Kediri-Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi kiprahpengusaha lokal yang berinvestasi di sektorpeternakan.
Yakni, dengan merintis peternakan sapiperah di Kabupaten Kediri.
Selain mendukungpemenuhan susu nasional, usaha tersebut juga bisamenyerap tenaga kerja.
Apalagi, investor sudahberkomitmen merekrut tenaga kerja dari wargamiskin.
“Pada prinsipnya kami Pemerintah KabupatenKediri sangat men-support, apalagi siap menyeraptenaga kerja dari warga miskin,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini di kantor pemkab Kediri, Jumat (4/7) lalu.
Baca Juga: Bupati Dhito Pastikan Stadion Gelora Daha Jayati Kediri Tuntas 2027, Bukan 2028!
Hal tersebut diungkapkan Mas Dhito saatmelakukan pertemuan dengan Direktur HilirisasiHasil Peternakan Kementerian Pertanian dan pihakinvestor dari PT IBS Farm dari Plosoklaten.
Komitmen investor itu menurut bapak dua anaktersebut sejalan dengan program kerjanya di periodekedua.
Yaitu fokus mengentaskan kemiskinanekstrem.
Untuk mengentaskan warga dari kemiskinanekstrem, pemerintah daerah siap menggandengberbagai pihak.
Termasuk pengusaha yang akanberinvestasi di Kabupaten Kediri.
Baca Juga: Datangi Proyek Stadion GDJ, Bupati Kediri Dhito Pramana Pastikan Hal Ini
Menindaklanjuti hal itu, Mas Dhito pun memintajajarannya untuk membantu suksesnya pengurusanperizinan bagi para investor.
“Kami sudah menantiinvestor datang, ini sudah di depan mata, jangansampai gagal karena administrasi," ungkapnyamewanti-wanti.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Makmun dalam pertemuannya dengan Mas Dhito mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhansusu di Indonesia pemerintah masih harus impor.
Sebab produksi susu di Indonesia baru 21 persendari 4,7 juta ton total kebutuhan. “Produksi kita itubaru 1 juta ton setiap tahun dan 60 persen populasisapinya di Jawa Timur,” katanya.
Kedatangannya ke Kabupaten Kediri, diakuisebagai upaya pemerintah dalam mengurangi imporsusu.
Mengingat adanya kesanggupan pengusahalokal untuk mengembangkan peternakan sapi perah. Dalam hal ini, PT IBS Farm rencananya berinvestasi3.000 ekor sapi perah secara berkala.
Baca Juga: Perubahan APBD 2025 Dibahas, Mas Dhito: Dana Naik, Pelayanan Harus Lebih Baik!
Di tahap awal, mereka berencana mendatangkan500 ekor sapi perah dari Australia tahun ini.
Sebanyak 100 ekor sudah datang dan berada di Balai Karantina sebelum akhirnya dikirim ke kandangmilik IBS Farm.
Sementara itu, Pemilik IBS Farm Muhammad Rofiq menyatakan keseriusannya untuk berinvestasidi peternakan sapi perah.
Sebagaimana yang telahdijalankan pada budidaya sapi pedaging selama ini, seluruh tenaga kerja diambil dari masyarakat sekitar.
Khususnya mereka dari kalangan kurang mampu. “Kami telah membicarakan dengan Dinas Sosial meminta data warga miskin yang akan saya rekrutuntuk kerja di situ,” akunya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira