JP Radar Kediri-Pemkab Kediri tidak hanya melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati (GDJ) tahun ini. Melainkan mereka juga menggarap infrastruktur pendukungnya.
Di antaranya jalan di depan stadion yang akan dibangun bulan ini. Pemkab Kediri menganggarkan dana Rp 3 miliar.
“Pagu memang Rp 3 miliar, namun nilai kontraknya Rp 2,8 miliar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama melalui Kabid Bina Marga Haris Siswanto.
Untuk diketahui, kondisi jalan selebar lima meter di depan Stadion GDJ saat ini banyak yang berlubang. Sesuai rencananya, nantinya jalan akan diperbelar menjadi tujuh meter.
Ditambah bahu jalan di sisi kanan dan kiri masing-masing satu meter. Pembangunan jalan dilakukan sepanjang 373 meter termasuk bagian oprit.
Sesuai rencana, hari ini Pemkab Kediri memberikan surat perintah kerja (SPK) kepada kontraktor. Setelah itu, langsung dilakukan pemenuhan berkas secara teknis.
Dua minggu setelahnya pembangunan jalan bisa segera dimulai. Jika tahapan tersebut tidak molor, Haris optimistis Oktober mendatang pembangunan jalan di depan stadion itu sudah rampung.
“Insha Allah Oktober bisa selesai, untuk kontraknya selesai 90 hari,” lanjutnya.
Seperti diberitakan, sebelumnya Pemkab Kediri telah membebaskan lahan untuk akses jalan depan stadion. Pemkab melakukan pengadaan tanah seharga Rp 13 miliar untuk membuat jalan baru tembus dengan jalan Kediri-Nganjuk.
Total tanah yang terdampak untuk pembangunan jalan seluas 10.705 meter persegi. Akses tanah kas desa (TKD) Bulusari itu dibeli dengan sistem tukar guling.
“Kami juga menggandeng kejaksaan untuk (mendampingi, Red) prosesnya,” jelas Haris sembari menyebut pengadaan tanah selesai akhir tahun 2024 lalu.
Lokasi tanah pengganti TKD Bulusari, Tarokan terletak di dua lokasi. Yakni, di Desa Bulusari, Tarokan, dan di Desa Cerme, Grogol.
Masing-masing luasnya di Desa Bulusari mencapai 12.475 meter persegi dan 282 meter persegi. Kemudian, di Desa Cerme seluas 7.110 meter persegi dan 6.520 meter persegi.
Seperti diberitakan, pembangunan Stadion GDJ semula akan dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), akhirnya dilanjutkan oleh Pemkab Kediri. Tahun ini Pemkab menganggarkan Rp 10 miliar untuk kelanjutan fisik.
Rinciannya, Rp 9,6 miliar untuk fisik di zona A meliputi arsitektur dan tembok. Sisanya untuk review desain dan pengawasan.
Dalam kunjungannya Kamis (3/7) lalu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan pembangunan stadion akan selesai lebih cepat.
Jika semula pembangunan stadion direncanakan selesai 2028 nanti, bapak dua anak itu menyebut proyek akan selesai tahun 2027 nanti. Demi merealisasikan hal tersebut, Pemkab Kediri akan menganggarkan dana Rp 71 miliar tahun depan dan Rp 89 milair tahun 2027 nanti.
“Saya pastikan proyek stadion ini tidak mangkrak,” tegas pria yang memimpin Kabupaten Kediri untuk periode kedua itu.(*)
Editor : Mahfud