Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keren! Kabupaten Kediri Sabet Juara 2 Aksi Penurunan Stunting se-Jatim 2025

Sri Utami • Kamis, 3 Juli 2025 | 03:24 WIB
Mbak Dewi (2 dari kiri) bersama perwakilan Pemkot Mojokerto dan Pemkot Surabaya yang meraih penghargaan dalam penanganan stunting di Jatim (1/7).
Mbak Dewi (2 dari kiri) bersama perwakilan Pemkot Mojokerto dan Pemkot Surabaya yang meraih penghargaan dalam penanganan stunting di Jatim (1/7).

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Kebijakan strategisyang dijalankan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam pencegahan dan percepatanpenurunan stunting (PPPS) berbuah prestasi.

Dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Provinsi Jatim di Dyandra Convention CenterSurabaya, Kabupaten Kediri menerima penghargaanterbaik kedua pelaksanaan aksi konvergensi PPPS kabupaten/kota di Jatim 2025 ini.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfamenyampaikan, penghargaan yang diterima tak lepasdari komitmen Mas Dhito terutama dengan kebijakanpencegahan munculnya kasus stunting baru (zero growth stunting) di Kabupaten Kediri.

Sebagaimana arahan Mas Bupati, kami semua, baik tim di tingkatdesa, kecamatan, kabupaten, termasuk segenap OPD untuk fokus penanganan wilayah-wilayah jangansampai ada stunting baru,” kata Mbak Dewi yang juga menjadi ketua Tim Percepatan PenurunanStunting (TPPS) Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Bupati Dhito Lepas Kontingen Kabupaten Kediri di Porprov IX Jatim, Begini Pesannya

Agar program penanganan stunting ini dapat berhasil, beberapa hal diakui Mbak Dewi harus jadiperhatian bersama.

Tidak sekadar peningkatan layanan kesehatan maupun pemberian asupan makanan bergizi tambahan bagi ibu hamil dan balita.

Meski demikian, menurut Mbak Dewi perhatianterhadap aspek lain seperti fasilitas air bersih dan sanitasi di masyarakat, pencegahan pernikahan dini,hingga sosialisasi pengaturan jarak kehamilan juga penting.

Karenanya, Pemkab Kediri menggandenglintas sektor untuk berkolaborasi menyukseskanpenanganan stunting.

Mulai dari para pengusaha, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, RT/RW hinggaorganisasi kemasyarakatan (ormas) diajak untukkerja sama.

Kolaborasi ini sangat penting, mengingat dalam penanganan stunting di tataranmasyarakat, beberapa kendala kerap masih ditemui,” lanjut Mbak Dewi sembari mencontohkan kurangnyapemahaman orang tua akan pentingnya pemberian makanan bergizi dan tepat bagi anak, hingga minimnya animo masyarakat untuk membawa anak-anak ke posyandu.

Baca Juga: Sesuai Instruksi Bupati Dhito, DKPP Kabupaten Kediri Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Aman Dikonsumsi.

Untuk meningkatkan kesadaran, Mbak Dewi menyebut pemkab terus mengencarkan sosialisasiedukasi stunting di masyarakat.

Mereka jugamendorong orang tua yang punya balita untuk aktifke posyandu.

Sesuai data bulan timbang 2024, stunting di Kabupaten Kediri pada angka 7,9 persen.

SebagaiKetua TPPS Kabupaten Kediri, Mbak Dewi mengajak lintas sektor untuk selalu menjagakekompakan hingga menjadikan kabupaten Kediri zero stunting dan zero growth stunting sebagaimanaharapan yang selalu ditekankan Mas Dhito.

“Mas Bupati selalu matur jangan sampai(stunting ini) naik dan mengajak semua elemen untuktetap solid dan bersinergi,” tandasnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#stunting kediri #pemkab kediri #Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana