Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Update SPMB 2025! Sistem Error, Pengumuman Pagi Dibatalkan, Daftar Ulang Diperpanjang hingga Hari Ini

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 2 Juli 2025 | 21:13 WIB
Sejumlah siswa yang sedianya daftar ulang di SMAN 1 Mojo harus menunggu pengumuman lebih lanjut setelah ada pemberitahuan sistem SPMB direset kemarin.
Sejumlah siswa yang sedianya daftar ulang di SMAN 1 Mojo harus menunggu pengumuman lebih lanjut setelah ada pemberitahuan sistem SPMB direset kemarin.

KOTA, JP Radar Kediri-Tahapan pemenuhan kuota SMA/SMK diperpanjang hingga hari ini. Pengumuman pemenuhan kuota dan daftar ulang yang sedianya dilakukan kemarin, diundur hari ini (2/7) karena ada perbaikan aplikasi pengumuman.

Hasil pemenuhan kuota yang sudah diumumkan kemarin pagi sempat dianulir, dan pengumuman resmi baru muncul pukul 16.00.

 Untuk diketahui, sesuai tahapan kemarin merupakan pengumuman pemenuhan kuota sisa tahap 1–3.

Sekaligus cetak bukti dan daftar ulang. Namun mulai pukul 09.30, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui situs spmbjatim.net mengumumkan terjadi kendala teknis pada sistem pengumuman pemenuhan kuota.

Selanjutnya, pengumuman ‘ditarik’ kembali dan diumumkan lagi secara resmi mulai pukul 16.00. Pada saat itu, sudah banyak siswa dan orang tua yang datang ke sekolah untuk memproses daftar ulang.

Baca Juga: Progres SPMB di Kediri! Salah Mode di Google Maps, Titik Rumah Siswa Jadi Tak Akurat

Dengan pengumuman susulan itu, mereka harus menunggu hingga sore. Selanjutnya muncul pengumuman daftar ulang diperpanjang hingga pukul 16.00 hari ini (2/7).

“Pengumuman yang resmi baru yang diumumkan pukul 16.00 hari ini (1/7),” ujar Operator Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri Yazid Bastomi.

 Diakui Yazid, kemarin pagi sudah banyak siswa yang memproses daftar ulang. Namun, dengan adanya pengumuman itu, sekolah diminta menghentikan sementara proses daftar ulang. Sebab cetak bukti penerimaan dari pengumuman sebelumnya dianggap tidak resmi.

 “Dan informasinya direset lagi (daftar ulang yang sudah terinput di sistem, Red),” terangnya sembari menyebut siswa yang sudah daftar ulang kemarin pagi harus daftar ulang lagi hari ini.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di SMAN 1 Mojo. Kabupaten Kediri, siswa sudah mulai datang ke sekolah sejak pukul 09.00 untuk daftar ulang.

“Sekitar jam setengah 11-an (10.30) disuruh nunggu dulu katanya masih error sistemnya dari pusat,” ungkap Naila, salah satu siswa dari MTs YPSM Baran, Maesan, Kecamatan Mojo.

Baca Juga: SPMB Tingkat SMP di Kota Kediri, Jalur Domisili Umum Jadi Asa Terakhir

 Meski harus menunggu, pelajar berjilbab itu mengaku senang bisa diterima di tahap pemenuhan kuota. Apalagi, sebelumnya semua jalur SPMB SMA negeri sudah diikutinya. Mulai dari jalur afirmasi, prestasi, hingga domisili.

 “Sebenarnya jarak rumah ke sekolah cuma lima kiloan. Tapi tetap kalah sama yang nilainya lebih tinggi,” keluhnya.

Dikonfirmasi sekitar pukul 14.30 kemarin, Kepala SMAN 1 Mojo Arif Syahputra mengatakan, sekolah hanya bisa menunggu keputusan dari cabang dinas pendidikan. Sedangkan beberapa siswa dan ortu memilih tetap menunggu di sekolah hingga sore itu.

 “Awalnya sudah lancar, sudah diumumkan. Begitu di sekolah nggak bisa diklik di sistemnya,” ujarnya sembari menyebut ada 92 siswa yang diumumkan lolos pemenuhan kuota. Sisa kuota itu kebanyakan berasal dari kuota domisili sebaran yang banyak tidak terpenuhi.

 “Mungkin juga ada beberapa anak yang (di jalur sebelumnya) tidak daftar ulang. Akhirnya kuotanya terakumulasi di sini,” jelas Arif.

Sementara itu, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Kabupaten Kediri tahap II, memasuki hari kedua kemarin.

Baca Juga: Ribuan Lulusan SD di Kabupaten Kediri Harus Berjuang di SPMB Tahap II, Bagaimana Peluangnya?

Namun, pagu sejumlah sekolah favorit sudah penuh, sehingga persaingan akan semakin ketat. Sedangkan di SMP pinggiran relatif sepi peminat.

Salah satu sekolah yang pagunya sudah penuh adalah SMPN 2 Pare. Di hari kedua kemarin total ada 160 pendaftar di sana. Padahal, pagu jalur domisili di sana hanya 144 bangku. Sehingga, ada puluhan yang dipastikan terlempar.

 “Ada sekitar 20-an siswa yang terbuang (tidak diterima, Red),” kata Ketua Panitia SPMB SMPN 2 Pare Dian Sastra Negara sembari menyebut 20 siswa di ranking terbawah otomatis tidak diterima.

Di SPMB tahap II ini siswa bisa memilih tiga sekolah. Karenanya, begitu siswa tidak diterima di pilihan pertama, otomatis akan turun ke pilihan kedua, dan terakhir di pilihan ketiga.

 Khusus siswa yang hanya memilih satu sekolah, menurut Dian harus mendaftar kembali di hari ini (02/7). Yakni di sekolah yang kuotanya masih belum penuh.

“Besok (2/7) mungkin masih membeludak. Kemungkinan siswa melihat prospek hari ini (1/7) sebagai acuan mendaftar. Setelah melihat peluang di sekolah-sekolah mereka baru mendaftar besok (2/7),” terang Dian.

Baca Juga: Ribuan Lulusan SD di Kabupaten Kediri Harus Berjuang di SPMB Tahap II, Bagaimana Peluangnya?

 Jika di SMPN 2 Pare jumlah pendaftarnya sudah overload, di SMPN 1 Pare masih kekurangan pendaftar. Koordinator Panitia SPMB SMPN 1 Pare Suharto mengatakan, dibanding tahun lalu animo pendaftar di sekolahnya tahun ini turun.

“Tahun lalu buang sampai satu kelas. Sekitar 30-36 anak,” ungkap Suharto tentang jumlah anak yang tidak diterima di sekolahnya.

Sedangkan tahun ini pendaftarnya lebih sepi. Kuota jalur domisili di SPMB tahap II hingga kemarin belum penuh. Dia menyebut pagu di SMPN 1 Pare mencapai 288 siswa.

Dibagi ke dalam beberapa jalur. Yaitu, jalur prestasi 100 anak, jalur afirmasi 57 anak. Kemudian, untuk SPMB tahap II ada 117 pagu jalur domisili dan 14 pagu jalur mutasi.

Dari jumlah itu, hanya pagu jalur prestasi saja yang penuh. Adapun untuk jalur afirmasi pendaftarnya hanya 48 anak. Selanjutnya, pendaftar jalur domisili baru 93 anak. Sedangkan jalur mutasi justru baru dua pendaftar.

“Pendaftar yang tertolak dari jalur prestasi itu pindah jalur. Alhamdulillah semua bisa pindah jalur (dari prestasi ke domisili),” lanjutnya.

Terkait penurunan jumlah pendaftar di sekolahnya, Suharto menengarai hal itu karena jumlah lulusan yang berkurang. Selebihnya, banyak siswa yang mendaftar ke madrasah. Apalagi, pendaftaran mereka dimulai lebih dulu.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#SPMB 2025 #SPMB Jatim 2025 #ppdb kota kediri