Tidak hanya di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SPM/SMA Kota Kediri, di SMP Kabupaten Kediri juga banyak orang tua (ortu) yang kesulitan menentukan titik lokasi rumah. Akibatnya, tidak sedikit cetak map atau peta rumah yang keliru.
Seperti yang ditemui di SMPN 1 Ngasem, di SPMB jalur domisili hari pertama kemarin, banyak titik map siswa yang tidak akurat. “Ada beberapa cetap map siswa yang tidak akurat,” kata Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Ngasem Khoirul Anwarudin.
Kekeliruan penentuan titik rumah siswa itu, lanjut Khoirul, mayoritas terjadi karena siswa menggunakan mode map sepeda motor saat mengukur jarak rumahnya.
Padahal, seharusnya menggunakan mode pejalan kaki. Hal tersebut membuat titik rumah siswa jadi tidak akurat.
Padahal, selisih jarak sedikit saja menurut Khoirul bisa berpengaruh pada pada pemeringkatan.
“Di perankingan jadi pengaruh. Tidak akurat sedikit saja, itu nanti pengaruh di perankingan,” lanjut pria yang juga menjabat waka humas itu sembari menyebut ketidakakuratan titik rumah membuat sekolah harus melakukan penyesuaian.
Temuan titik rumah yang tidak akurat juga didapati di SMPN 2 Ngasem.
Kepala SMPN 2 Ngasem Sulistyo Wulandari mengakui jika banyak orang tua siswa yang bingung mengambil titik lokasi rumahnya.
Merespons hal itu Sulis menginstruksikan panitia sekolah agar proaktif. “Kalau ada yang tidak bisa ambil titik koordinat map dibantu panitia sekolah,” jelasnya.
Terpisah, Siti Khotimah, 43, salah satu wali murid asal Desa Paron, Ngasem mengakui jika dirinya bingung dengan proses penentuan titik lokasi rumah.
Namun, dia bersyukur karena tahapan yang krusial itu diurusi secara kolektif oleh sekolah asal. “Alhamdulillah jadi lancar tidak ada kendala,” ungkap perempuan yang mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Ngasem itu.
Sementara itu, selain SPMB SMP jalur domisili, hari ini ratusan siswa yang belum diterima di SMA harap-harap cemas menunggu pengumuman pemenuhan kuota.
Kepastian nasib mereka bisa dipastikan pukul 08.00 pagi ini usai melihat pengumuman.
Operator Cabdindik Jatim Wilayah Kediri Yazid Bastomi mengatakan, daftar ulang untuk siswa yang lolos pemenuhan kuota hanya akan dibuka satu hari.
Yakni, di hari yang sama dengan pengumuman hasil hari ini. “Jadi pengumuman, cetak bukti, langsung daftar ulang. Itu di hari yang sama (1/7),” ujarnya.
Daftar ulang di sekolah dibuka mulai pukul 09.00 – 16.00. Dalam pemenuhan kuota, mekanisme seleksinya sesuai pemeringkatan dan pilihan satuan pendidikan saat siswa mendaftar di jalur domisili regular.
Tahapan pengumuman pemenuhan kuota hari ini sekaligus menandai berakhirnya pendaftaran SMA negeri. Adapun pendaftaran untuk jenjang SMK negeri masih menyisakan jalur nilai prestasi akademik yang akan dibuka pada 2–3 Juli.
Untuk calon siswa SMA yang belum lolos di SMA negeri, Cabdindik Jatim Wilayah Kediri mengimbau siswa tidak khawatir. Sebab hingga saat ini, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA swasta masih berlangsung.
Kasi SMA dan PK/PLK Cabdindik Jatim Wilayah Kediri Chairul Efendi mengatakan, pagu di seluruh SMA swasta masih tersedia.
Dengan demikian, siswa yang belum lolos di SMA negeri masih memiliki peluang mendaftar di SMA swasta.
Sedikitnya ada 12 SMA swasta di Kota Kediri. Sedangkan di Kabupaten Kediri, ada 13 SMA swasta yang tersebar di beberapa kecamatan.
Semuanya memiliki kurikulum yang sama dengan SMA negeri serta mampu melaksanakan pembelajaran dengan baik. “Semua sekolah swasta masih buka pendaftaran,” jelasnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira