Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Wajah Baru Jalan Stasiun Kota Kediri bila Sudah Selesai Dipermak

Ayu Ismawati • Rabu, 25 Juni 2025 | 14:00 WIB
Wali Kota Vinanda Prameswati (kanan) berbincang dengan Wawali Qowimuddin Thoha (3 dari kiri) dan para pejabat Forkopimda Kota Kediri jelang dimulainya revitalisasi Jl Stasiun kemarin.
Wali Kota Vinanda Prameswati (kanan) berbincang dengan Wawali Qowimuddin Thoha (3 dari kiri) dan para pejabat Forkopimda Kota Kediri jelang dimulainya revitalisasi Jl Stasiun kemarin.

JP Radar Kediri-Pemkot Kediri mulai memermak Jl Stasiun kemarin. Setelah dilakukan groundbreaking, akses jalan yang semula dua arah itu nantinya akan dibuat satu arah. Selanjutnya, kawasan tersebut akan ditata sedemikian rupa dengan konsep era kolonial. Sehingga bisa lebih cantik dan menarik minat wisatawan.

Pantauan koran ini, groundbreaking dimulai sekitar pukul 09.30 kemarin (24/6). Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wawali Qowimuddin Thoha serta pejabat Forkopimda Kota Kediri menekan sirine tanda dimulainya konstruksi di sana. Begitu sirine berbunyi, satu unit alat berat langsung mengeruk median jalan di bagian tengah.

Ditemui usai groundbreaking revitalisasi Jl Stasiun, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan Jl Stasiun termasuk salah satu ruas strategis di Kota Kediri. Sebab, banyak orang datang ke Kota Kediri lewat jalan tersebut.

Karenanya, revitalisasi Jl Stasiun bukan sekadar untuk kenyamanan masyarakat. Melainkan juga untuk mempercantik kawasan tersebut. “Harapannya bisa jadi destinasi wisata. Sehingga perlu dipercantik melalui rehabilitasi dan peningkatan jalan,” ujar Vinanda.

Setelah direvitalisasi, wali kota termuda di Indonesia itu berharap kawasan di jantung Kota Kediri tersebut bisa jadi salah satu ikon Kota Kediri. Dia menargetkan beautifikasi Jl Stasiun bisa selesai Desember ini.

“Kami ingin membuat jalan ini nyaman bagi para pejalan kaki. Nanti juga akan ditanami dengan pohon Jacaranda berwarna ungu. Kota Kediri kan identik dengan warna ungu,” lanjutnya.

Apakah revitalisasi Jl Stasiun akan berlanjut ke Jl Dhoho? Vinanda mengakui Jl Stasiun tidak bisa dipisahkan dari Jl Dhoho yang merupakan pusat bisnis di Kota Kediri. Karenanya, alumnus Magister Kenotariatan Universitas Airlangga ini menyebut Jl Dhoho juga akan dipercantik.

“Insya Allah ke depan (Jl Dhoho, Red) juga akan kami perluas (revitalisasi, Red). Mohon doanya,” terangnya tentang jalan yang merupakan Malioboro Kediri itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Yono Heryadi menambahkan, kontrak proyek yang dilaksanakan oleh dua kontraktor itu ditargetkan selesai dalam 210 hari. Tepatnya pada 21 Desember 2025 mendatang.

Yono menyebut, rehabilitasi trotoar dan peningkatan jalan itu merupakan salah satu upaya menghadirkan infrastruktur yang berkelanjutan.

“Untuk trotoar memang secara standar ketentuan itu yang paling manusiawi minimal lima meter. Dengan kondisi keterbatasan yang tidak terlalu lebar ini, kami bisa mewujudkan di masing-masing sisi trotoar itu nanti lima meter, dan jalannya delapan meter,” urai Yono.

Sebelumnya, masing-masing trotoar di sana hanya selebar dua meter. Dengan perubahan dimensi itu, nantinya median jalan akan dihilangkan. Ruas jalan juga akan diterapkan one-way atau searah.

Full total itu nanti satu arah menuju ke arah stasiun. Dan nanti finishing dari jalannya juga tidak menggunakan aspal. Kita ubah menjadi lebih estetis dengan menggunakan cobblestone,” bebernya.

Dengan penerapan one-way itu, nantinya akses keluar Jl Stasiun akan diarahkan ke utara. Melalui ruas jalan di barat Klinik Mediska Kediri. Terkait pengaturan lalu lintas di depan stasiun, Yono menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan PT KAI yang juga melaksanakan proyek pengembangan stasiun.

 “Terkait penataan lalu lintasnya kemarin oleh warga sekitar sini dianggap malah menambah ketidaklancaran. Nah, semua nanti kalau kita komunikasi dengan baik dengan diskusi, bisa mendapatkan satu solusi yang baik bagi semuanya,” jelasnya.

Untuk diketahui, proyek yang nilai penawarannya sekitar Rp 8 miliar itu dikerjakan oleh dua kontraktor. Yakni, CV Citra Terapan Konstruksi dengan nilai pekerjaan Rp 3,2 Miliar. Serta pekerjaan rehabilitasi saluran dan drainase oleh PT Berlian Karya Teknik dengan nilai kontrak Rp 4,79 Miliar. “(Konsep desain, Red) kontekstual terhadap nuansa kolonial yang ada di Stasiun Kediri,” tandasnya terkait desain baru yang dihadirkan di kawasan tersebut. (*t)

Editor : Mahfud
#stasiun kereta api #searah #kawasan wisata