BLITAR, JP Radar Kediri- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri ziarah kebangsaan, peringatan haul ke-55 Bung Karno di Kota Blitar pada Sabtu (21/6).
Momentum haul sang proklamator, menurut pria yang akrab disapa Mas Dhito itu jadi momentum silaturahmi bagi seluruh elemen anak bangsa. Serta memupuk semangat untuk tetap menjaga persatuan.
Lebih jauh Mas Dhito mengatakan, Bung Karno meninggalkan pesan yang harus dipahami bersama. Yaitu terkait ancaman yang akan dihadapi bangsa Indonesia pasca-kemerdekaan.
Dalam pidatonya Bung Karno menyebut jika perjuangan di zamannya lebih mudah karena melawan penjajah.
Sedangkan perjuangan generasi sekarang justru lebih sulit lagi karena harus melawan bangsa sendiri.
"Maka dalam momen ini (Haul Bung Karno, Red) kami kumpul lintas partai, lintas elemen, supaya di Indonesia ini, kita tidak perlu bermusuh-musuhan dengan siapapun. Waktunya kita (saling) merangkul membangun bangsa," ungkapnya.
Mas Dhito berharap pesan penting Bung Karno itu bisa dirasakan dan tetap dijaga oleh seluruh elemen yang hadir dan seluruh masyarakat Indonesia.
Melalui semangat untuk menjaga persatuan, dia berharap bisa mencegah friksi antara satu dengan yang lain.
Untuk diketahui, acara ziarah kebangsaan kemarin dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Mulai dari partai politik hingga Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk memberi tausiyah kebangsaan.
Nasaruddin menyebut sejarah tidak bisa melupakan orang besar. Bung Karno menurutnya merupakan tokoh besar karena jasa-jasanya dalam memerdekakan bangsa Indonesia.
Karenanya, menurut Nasaruddin telah menjadi kewajiban moral masyarakat Indonesia yang telah menikmati kemerdekaan, untuk terus mengenang sosok Bung Karno.
"Beliau adalah pencipta sejarah besarnya Indonesia, maka itu wajar kalau kita bersama-sama mendoakan. Kita hidup merdeka seperti ini karena jerih payahnya," tuturnya.
Editor : Andhika Attar Anindita