KABUPATEN, JP Radar Kediri– Pedagang angkringan yang buka lapak di Bandara Dhoho Kediri mulai mengeluh. Omzetnya terjun bebas. Yang semula bisa Rp 2 juta kini hanya Rp 600 ribu saja.
Penurunan itu diakui Bella, 22, karyawan angkringan Panji yang mengatakan, sepinya pengunjung sudah terjadi sejak pertengahan Mei lalu. Kondisi yang menimpanya saat ini berbanding terbalik saat penerbangan masih dibuka.
“Ya seperti ini kondisinya. Yang beli hanya beberapa orang saja. Mayoritas juga dari petugas bandara,” terang perempuan asal Kecamatan Banyakan itu.
Produk yang dijual di lapak angkringan Panji saat ini adalah milik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Kediri. Ketika sepi, seperti sekarang ini, produk yang dititipkan tidak laku.
Adapun pengunjung yang datang ke lapaknya juga berkurang. Jika sebelumnya ada puluhan pengunjung yang datang kini tersisa hanya belasan orang saja.
Untuk diketahui, lapak angkringan mulai buka sejak pukul 10.00 hingga 16.00. Lapak tersebut menyediakan aneka ragam kuliner. Dari minuman dingin, tahu bakso, risol, dan ayam geprek. Harga yang ditawarkan masih terjangkau. Mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 20.000.
Bella berharap segera ada solusi. Salah satunya dengan memperbanyak rute penerbangan. Yang awalnya hanya satu rute dan satu maskapai. Mungkin setelah ini bisa bertambah.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, tidak hanya angkringan yang sepi tapi juga wahana dinosaurus. Permainan anak berupa sepeda motor dinosaurus itu berhenti beroperasi. Penyebabnya karena tidak ada pengunjung.
Sementara itu, ada tiga lapak yang sudah tutup sejak pertengahan Mei. Diantaranya toko oleh-oleh, supermarket, dan toko kopi. Salah satu pengunjung Hilmi, 25 mengaku, sering bermain di angkringan. Itu karena mencari ketenangan ketika mengerjakan pekerjaan freelance.
“Suasananya disini tenang dan sejuk. Apalagi semenjak libur jarang ada pengunjung,” ujarnya.(la/rq)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah