KEDIRI, JP Radar Kediri- Pemerintah Kota Kediri menargetkan 161 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) direhabilitasi tahun ini.
Mengawali rencana itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau di tiga lokasi. Tersebar di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, serta di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota.
Dalam kesempatan itu, Vinanda sekaligus menyerahkan simbolis bantuan sosial itu kepada penerima manfaat.
Dari peninjauan di tiga lokasi itu, Vinanda mengatakan kondisinya berbeda-beda. Melalui bantuan sosial itu, pemerintah menyalurkan dana masing-masing Rp 20 juta untuk penerima manfaat.
“Ada rumah yang atapnya tidak ada, sehingga kalau hujan banjir. Seperti Bu Siti ini juga ternyata tidak punya kamar mandi. Ada juga yang kamarnya masih berupa lantai tanah,” ujar Vinanda.
Melalui bansos itu, diharapkan semakin banyak masyarakat yang bisa tinggal di rumah layak huni. Dengan demikian, juga bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Proses ini juga harus selalu diawasi sehingga bantuan ini betul-betul dimanfaatkan untuk membangun rumah. Jangan sampai ada potongan,” urai Vinanda.
Adapun tahun ini, sedikitnya ada 161 RTLH di Kota Kediri yang menjadi sasaran rehabilitasi oleh pemkot.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Kediri Hery Purnomo mengatakan, pekan ini pihaknya akan mulai merealisasikan pencairan bantuan berupa uang.
Setelah itu, proses rehab akan didampingi oleh petugas pendamping dari masing-masing kelurahan.
“Dan ini sudah kami sosialisasikan kepada penerima pada Kamis kemarin (5/6) di tiga kecamatan,” ujar Hery.
Selama pekerjaan pembangunan, pihaknya akan tetap melakukan pengawasan. Tujuannya untuk memastikan rehabilitasi RTLH di masyarakat berjalan sesuai dengan nilai bantuan yang diberikan.
“Kalau sesuai ketentuan itemnya yang penting atap, lantai, dinding,” terangnya kepada Radar Kediri.
Editor : Andhika Attar Anindita