KEDIRI, JP Radar Kediri - Bupati Hanindhito Himawan Pramana meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) untuk melakukan monitoring ketat hewan ternak menjelang dan waktu penyembelihan.
Pemeriksaan pra-penyembelihan (antemortem) serta pasca-penyembelihan (postmortem) dilakukan ke sejumlah titik. Guna memastikan ketersediaan kondisi hewan kurban aman, sehat dan tidak terpapar virus menular.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih menginstruksikan tim petugas kesehatan hewan untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi paparan virus zoonosis pada ternak yang akan dikurbankan.
DKPP sebelumnya telah membentuk tim untuk memeriksa kondisi hewan ke sejumlah titik di setiap kecamatan. Pemeriksaan dan update laporan secara real time terus dilatelahkukan.
Percepatan ini dimulai sebulan terakhir hingga puncak hari Tasyrik mendatang.
Pemeriksaan antemortem dan postmortem juga dilakukan DKPP pada hewan kurban dari Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah dan Bupati Dhito. Pemeriksaan tiga ekor sapi tersebut dilakukan usai pelaksanaan Salat Id di Masjid An-Nuur Pare, Jumat (6/6) lalu.
Tutik bersama Sekda Mohamad Solikin, Kabag Kesra Sumarlan didampingi tim keswan meninjau serta melakukan pemeriksaan kesehatan. Usai seremonial serah terima hewan kurban kepada Takmir masjid. “Alhamdulillah semuanya sehat. Tidak ada indikasi virus apapun,” ungkapnya usai pemeriksaan.
Setelah meninjau di Masjid An-Nuur, Tutik bersama tim melanjutkan pengawasan ke Rumah Potong Hewan (RPH) Pemerintah Kabupaten Kediri di Desa Pelem, Kecamatan Pare.
Sejumlah sapi yang dipotong di RPH dikalukan penyembelihan dan perlakuan secara profesional dan sesuai standar prosedur pemerintahan. Tutik menjelaskan, RPH Pare merupakan tempat penyembelihan yang didesain sesuai standar Nasional Indonesia.
Untuk kelengkapan legalitas, RPH Pare sudah memenuhi sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Sehingga prosedur dan proses di RPH sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan produk hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).
“Fasilitas ini terus kami sosialisasikan ke masyarakat khususnya pedagang dan jagal agar memanfaatkan fasilitas di RPH Pare,” ajaknya.
Personel yang bertugas di RPH juga dilengkapi dengan standar alat pelindung diri (APD) agar lebih safety, tersanitasi dan higenis dalam paparan virus. Tersedia sejumlah alur pemotongan yang selalu dijaga kebersihannya. Mulai dari tempat peristirahatan sapi hingga tempat packing daging.
Alur pemotongan yang dilakukan di RPH Pare dilakukan dengan prosedur standar. Mulai dari sapi datang kemudian ditempatkan ke kandang peristirahatan tak jauh dari lokasi pemotongan.
Selanjutnya sapi yang diistirahatkan akan dicek kondisi kesehatannya dalam proses antemortem.
Setelah itu tahap penyembelihan, sapi diletakkan ke alat perebah modern restraining box. Agar sapi lebih aman dan tidak stres jelang penyembelihan.
Usai disembelih, sapi kemudian dibersihkan, pengulitan dan memotong bagian-bagian organ di tempat yang bersih. Pengecekan postmortem dilakukan dengan meninjau organ atau jeroan.
Seperti bagian limpa hewan untuk menijau spesifikasi penyakit antraks atau radang limpa. Serta organ jantung untuk melihat indikasi tiger heart dan virus PMK. Serta pemeriksaan organ-organ lain.
“Kami lakukan dengan prosedur hingga tahap packing dan distribusi daging,” jelasnya. Update penyembelihan hewan kurban yang dihimpun DKPP Kabupaten Kediri hingga 9 Juni 2025 berjumlah 11.453 ekor kambing, 128 ekor domba dan 1.827 ekor sapi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah