Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cegah Pencemaran Lingkungan, Mbak Wali Ajak Masyarakat Wujudkan Zero Waste

Ayu Ismawati • Sabtu, 7 Juni 2025 | 18:16 WIB

 

Wali Kota Vinanda dalam acara Lomba Zero Waste Kelurahan dan Kebijakan Lingkungan Hidup di Hutan Joyoboyo, Kamis (05/06)
Wali Kota Vinanda dalam acara Lomba Zero Waste Kelurahan dan Kebijakan Lingkungan Hidup di Hutan Joyoboyo, Kamis (05/06)

KOTA, JP Radar Kediri-Pencemaran lingkungan menjadi isu serius bagi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Karenanya, orang nomor satu di Pemkot Kediri ini mengajak warga Kota Kediri untuk aktif berpartisipasi menanggulanginya. Salah satunya, mewujudkan zero waste dengan memilah sampah di rumah serta melakukan reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang) sampah masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan perempuan yang akrab disapa Mbak Wali itu saat menghadiri sosialisasi pengurangan aampah melalui Lomba Zero Waste Kelurahan dan Kebijakan Lingkungan Hidup di Hutan Joyoboyo, Kamis (05/06) lalu. Menurut wali kota termuda di Indonesia tersebut, masalah sampah telah jadi tantangan serius. Tidak hanya di Kota Kediri. Melainkan juga di lingkup global.

“Di Kota Kediri sampah rumah tangga ini masih mendominasi timbulan sampah. Plastik sekali pakai yang sulit terurai menjadi salah satu penyumbang terbesar pencemaran lingkungan," ungkapnya.

Dengan problem tersebut, menurut wali kota penanganannya tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Baik di tingkat RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan.

Tujuannya agar masyarakat sama-sama bergotong-royong. Serta memiliki kesadaran cara mengelola sampah yang baik. Termasuk penerapan reduce, reuse, dan recycle (3R) dalam kehidupan sehari-hari.

"Pelaksanaan bank sampah juga harus dimaksimalkan. Anggota bank sampah bisa sosialisasi ke masyarakat. Jadi masyarakat paham dan menerapkan bagaimana pentingnya mengelola sampah di tingkat rumah tangga," lanjutnya.

Wali kota termuda di Indonesia ini mengapresiasi Lomba Lingkungan RT Zero Waste Kawasan yang digagas Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP). Menurutnya, ajang itu menjadi salah satu upaya untuk mengajak masyarakat mengelola sampah dari sumbernya.

Selebihnya, menurut Mbak Wali acara tersebut juga jadi salah satu upaya untuk mewujudkan Kota Kediri MAPAN melalui program Sapta Cita. Khususnya cita keempat, yaitu lingkungan indah dan berkelanjutan.

Salah satu langkah nyata dari kelanjutan program penanaman sepuluh ribu pohon. Mbak Wali berharap masyarakat juga mulai memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menanam. Meski lahan di perkotaan terbatas, alumnus Magister Kenotariatan Universitas Airlangga Surabaya itu meminta masyarakat melakukan penanaman menggunakan polybag.

"Ini menjadi ikhtiar kita dalam menciptakan ruang hijau yang mengurangi emisi karbon sekaligus memperindah lingkungan tempat tinggal. Kebersihan lingkungan ini juga mempengaruhi kualitas kesehatan kita. Jadi sangat penting untuk menjaga lingkungan," tandasnya.

Kepala DLHKP Kota Kediri Imam Muttakin menyebut lomba Zero Waste Kelurahan jadi upaya memberi edukasi kepada masyarakat secara persuasif. Yakni agar masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah di lingkungannya.

Bahkan dapat mengelola sampah di lingkungannya untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Nantinya, satu kelurahan mengirim perwakilan satu RT yang telah melakukan zero waste.

Lomba ini diharapkan bisa mengubah mindset masyarakat yang menganggap sampah tidak ada manfaatnya. Padahal sampah bisa diolah.

Imam menyebut, timbulan sampah di Kota Kediri setiap harinya tidak berkurang. Kondisi TPA Kota Kediri hampir mencapai puncak. Padahal pengurangan sampah belum maksimal. Setiap hari ada 150-160 ton sampah yang masuk ke TPA.

"Kalau kita tidak segera membuat gerakan di masyarakat maka akan sulit mengatasi permasalahan sampah. Harapannya masyarakat bisa sadar untuk memilah dan mengelola sampah di tingkat rumah tangga," tegas Imam. (*)

Editor : Mahfud
#Vinanda Prameswati #kota kediri