Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mas Dhito Perluas Program Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Kediri, Kini Sasar Pelajar Sekolah

Sri Utami • Senin, 2 Juni 2025 | 23:12 WIB
Tim Dinkes Kabupaten Kediri melakukan pemeriksaan kesehatan calon siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Di tahun ajaran baru 2025/2026 nanti CKG akan menyasar seluruh pelajar Kab Kediri.
Tim Dinkes Kabupaten Kediri melakukan pemeriksaan kesehatan calon siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Di tahun ajaran baru 2025/2026 nanti CKG akan menyasar seluruh pelajar Kab Kediri.

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Belasan ribu warga Kabupaten Kediri telah mengakses layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Selain menyasar masyarakat umum, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menginstruksikan agar program tersebut juga menyasar para pelajar di Kabupaten Kediri. Salah satu tujuannya untuk deteksi dini penyakit.

 Khusus untuk kalangan pelajar, kali pertama CKG akan menyasar siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib mengatakan, sesuai Mas Dhito, CKG juga menyasar pelajar usia 5-18 tahun. Rencananya, pemeriksaan kesehatan mereka akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025/2026 mendatang.

“Diawali dari SMA Dharma Wanita Boarding School, nanti (akan menyasar) sekolah-sekolah di tahun ajaran baru,” ungkap Khotib (27/5).

Lebih jauh Khotib menyebut, salah satu tujuan CKG adalah untuk deteksi dini berbagai risiko penyakit. Mulai diabetes, jantung, kanker, hipertensi, hingga risiko stroke.

Jika ada pelajar yang berisiko menderita penyakit tersebut, petugas akan memberi rekomendasi agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dia memastikan prosesnya akan gratis karena bisa menggunakan kartu BPJS kesehatan.

“Pentingnya masyarakat mempunyai jaminan kesehatan, kalau ada indikasi penyakit tertentu masyarakat bisa menggunakan jaminan kesehatan ke faskes sehingga ada tindakan lebih lanjut,” lanjut Khotib.

 Untuk diketahui, hingga 27 Mei lalu CKG di Kabupaten Kediri telah menyasar 12.189 warga. Sebagaimana harapan Mas Dhito, Khotib menyebut deteksi dini lewat CKG diharapkan bisa meningkatkan umur harapan hidup masyarakat. Lewat CKG petugas juga memberi imbauan kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat dan produktif.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Kediri tahun 2024 sebesar 75,07 tahun. Angka itu meningkat 0,22 tahun dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, CKG di SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan seleksi penerimaan siswa baru. Salah satu persyaratan bagi siswa didik adalah lolos tes kesehatan, baik fisik maupun mental.

Subkoordinator Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Etik Sri Rahayu menambahkan, pemeriksaan kepada pada calon siswa SMA Boarding School ini meliputi skrining penyakit tidak menular. Hasil pemeriksaan nantinya akan dilaporkan kepada pihak sekolah.

Yakni sebagai rekapitulasi sekaligus data rujukan jika ditemukan risiko penyakit yang dialami calon siswa.

Hal tersebut dinilai sangat penting mengingat para siswa nantinya akan menjalani kehidupan asrama. “Nantinya hasil pemeriksaan ini kalau ditemukan faktor risiko (tensi tinggi, gula darah tinggi) akan kami rujuk ke puskesmas. Kalau memang harus ada penanganan lanjutan, bisa dirujuk ke rumah sakit,” bebernya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pemkab kediri #Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana