Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sekolah Rakyat di Kediri hanya Butuh Tujuh Hektare Lahan, Begini Persiapan Pemkab

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 28 Mei 2025 | 17:21 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Pemkab Kediri menyiapkan lahan seluas 14,74 hektare (ha) tanah untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Namun, berdasar evaluasi terbaru, tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan kompleks sekolah mulai SD, SMP, dan SMA itu hanya separonya saja. Sisanya akan dikembalikan ke Pemkab Kediri.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kediri Ariyanto mengatakan, sesuai standar Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mereka hanya akan membangun Sekolah Rakyat (SR) di lahan seluas 7,62 hektare. “Itu (lahan, Red) untuk membangun 36 kelas,” kata pria yang akrab disapa Ari sembari menyebut di lahan itu juga akan dibangun sarana prasarana kelengkapan sekolah.

Bagaimana dengan sisa lahan SR? Ariyanto menyebut otomatis tanah di Desa Plosokidul, Plosoklaten itu akan tetap menjadi aset Pemkab Kediri. Pemanfaatannya bisa kembali seperti sebelumnya yang berwujud tanaman tebu.

Sesuai target pemerintah pusat, menurut Ari satu kompleks SR yang terdiri dari SD, SMP, dan SMA itu bisa dioperasikan tahun depan. “Kalau awal nanti untuk kelas 1 SD, kelas 1 SMP dan kelas 1 SMA. Terkait pelaksanaannya masih menunggu juga karena bangunan juga belum ada,” lanjutnya.

Ditanya tentang waktu dimulainya pembangunan gedung, Ari juga belum bisa memastikannya. Namun, dia berharap pembangunan bisa dilakukan tahun ini.

Tugas pemkab, menurut Ari hanya menyiapkan lahan yang akan dibangun gedung SR. Termasuk kesiapan akses jalan, listrik, dan air bersih di sana. “Untuk pembangunan awal masih menunggu informasi kementerian. Tapi secara persiapan awal itu sudah siap semua,” terang Ari sembari menyebut pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan Kementerian PU.

Terlepas dari kepastian pembangunan gedung SR yang masih menjadi tanda tanya, Pemkab Kediri terus mengebut persiapan gedung di Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN). Gedung di Desa Bulusari, Tarokan yang akan jadi kelas pertama SR di Kediri itu terus berbenah agar layak menjadi sekolah.

Kabid pengembangan kompetensi ASN BKD Kabupaten Kediri Priyo Adi Nugroho mengatakan, melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, pihaknya tengah melakukan rehabilitas ringan gedung. Selebihnya, mereka juga membangun tempat untuk mencuci pakaian.

“Untuk pembangunan tempat cuci dan laundry progresnya sekitar 30 persen. Lainnya ya seperti pengecatan dan penambalan dinding yang retak sudah dilakukan,” jelasnya.

Untuk diketahui, di tahap pertama ini, sedikitnya ada 100 anak yang akan direkrut di SR. Mereka adalah siswa kelas X SMA yang akan melakukan pembelajaran mulai Juli nanti. (sad/ut)

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #pemkab kediri #Sekolah Rakyat #sr