KABUPATEN, JP Radar Kediri-Ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Kabupaten Kediri kemarin full senyum. Mereka resmi menjadi abdi negara setelah menerima surat keputusan (SK) pengangkatan.
Menyambut ratusan pegawai barunya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan agar mereka tidak terjebak zona nyaman.
Memberikan pesan secara virtual, pria yang akrab disapa Mas Dhito itu meminta agar mereka bisa bekerja dengan hati dan penuh integritas dalam melayani masyarakat. “Saya minta untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerjanya,” ungkap Mas Dhito sembari menyebut banyak pekerjaan yang telah menanti mereka.
Pekerjaan rumah besar seperti penyelesaian kemiskinan ekstrem, kasus stunting, hingga peningkatan pelayanan kesehatan sudah di depan mata.
"Jangan merasa nyaman. Jangan merasa bermalas-malasan karena begitu sudah diangkat dan mulai bekerja pasti nanti akan terbentuk yang namanya zona nyaman dan terjebak di zona nyaman itu," pesan Mas Dhito.
Suami Eriani Annisa ini menegaskan jika tugas ratusan CPNS dan ASN yang kemarin dilantik adalah bekerja melayani masyarakat. Karenanya dia tidak ingin ada pegawai yang bermalas-malasan karena sudah merasa tidak bekerja pun tetap mendapatkan gaji.
"Jangan sampai mindset-nya seperti itu karena apa yang telah didapatkan itu adalah uang yang dibayarkan oleh masyarakat. Mereka (masyarakat, Red) berharap ada timbal baliknya," papar Mas Dhito.
Dalam kesempatan kemarin, bapak dua anak itu meminta maaf karena tidak bisa menghadiri acara penyerahan SK secara langsung. Sebab, dia tengah cuti menjalankan ibadah haji.
Pria yang memimpin Kabupaten Kediri dua periode itu meminta agar 768 orang pegawai yang menerima SK pengangkatan untuk bekerja dan memberi manfaat bagi masyarakat serta lingkungan sekitar. maupun lingkungan sekitar.
Untuk diketahui, dari total 768 pegawai yang menerima SK kemarin (23/5), sebanyak 139 di antaranya merupakan pegawai negeri. Rinciannya, 28 tenaga kesehatan dan 111 tenaga teknis.
Sisanya, 629 orang merupakan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Terdiri dari 95 orang guru, 21 tenaga kesehatan, dan 513 tenaga teknis. Mereka akan mulai bekerja pada 2 Juni mendatang.
Khusus bagi pegawai negeri, mereka harus menjalani orientasi di Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) selama empat hari. Mereka juga harus mengikuti magang selama dua minggu di kecamatan.
Tujuannya agar mereka mendapat pengetahuan baru tentang isu prioritas daerah. Tidak terpaku pada tugas pokoknya saja. Setelah orientasi PNS selesai, baru dilanjutkan oleh PPPK.
Terpisah, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa yang kemarin menghadiri penyerahan SK juga meminta agar pegawai tidak menjadi pribadi yang berbeda setelah menerima SK pengangkatan CPNS dan PPPK.
"Jangan sampai panjenengan yang telah mendapatkan amanah dan dapat sedikit tambahan rezeki menjadi berbeda dari yang dulu dikenal baik keluarga maupun lingkungan," pesan Mbak Dewi.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira