Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Resmi Dibuka! Kabupaten Kediri Jadi Lokasi Sekolah Rakyat Pertama, Kota Kediri Menyusul di Tahap 2

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 21 Mei 2025 | 09:10 WIB
Kompleks Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) di Desa Bulusari, Tarokan akan jadi pembelajaran siswa Sekolah Rakyat nanti.
Kompleks Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) di Desa Bulusari, Tarokan akan jadi pembelajaran siswa Sekolah Rakyat nanti.

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Kabupaten Kediri masuk ke dalam gelombang pertama 80 Sekolah Rakyat (SR) di Indonesia. Mulai Juni nanti, sebanyak 150 siswa akan belajar di sekolah yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.       

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri M. Solikin mengatakan, saat ini satuan tugas (satgas) gabungan SR tengah bersiap menetapkan calon siswa untuk tahun ajaran baru 2025/2026.

“Seperti rekrutmen SMA Boarding School, kandidat siswa masih harus menjalani tes kesehatan, psikotes, dan tes lainnya sebelum penetapan siswa,” kata Solikin.

          Berbeda dengan sistem penerimaan murid baru (SPMB) reguler, menurut Solikin tahapan penerimaan siswa di SR dilakukan lebih awal. Panitia tidak melakukan pembukaan pendaftaran.

Melainkan satgas yang blusukan ke kecamatan untuk mencari siswa dari keluarga paling miskin di belasan desa di sana.

          Diakui Solikin, metode rekrutmen siswa SR dan SMA Dharma Wanita Boarding School hampir sama.

Karenanya, Pemkab Kediri tidak mengalami banyak kendala saat melakukan penyesuaian dengan program kementerian.

Baik Kementerian Sosial (Kemensos) maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). “Penentuan (pagu, Red) 150 anak untuk Sekolah Rakyat itu juga ditentukan Kemensos,” lanjutnya.

          Jika sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyurvei lahan seluas 13,9 hektare di Desa Plosokidul, Plosoklaten pada Rabu (9/4) lalu, Solikin memastikan, siswa SR angkatan pertama tahun ajaran baru ini akan belajar di Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN) di Desa Bulusari, Tarokan.

          Gedung yang sebelumnya difungsikan sebagai tempat diklat itu menurut Solikin cukup representatif untuk pembelajaran. Selain memiliki sejumlah kelas, di sana juga disiapkan fasilitas asrama yang lengkap untuk siswa.

“Jadi tinggal masuk saja. Fasilitas sudah lengkap,” paparnya sembari menyebut siswa baru akan pindah ke SR di Plosoklaten pada 2026 nanti.

          Bagaimana nasib siswa kelas XI dan XII SMA Dharma Wanita Boarding School? Solikin menyebut, Kemensos mengkategorikan mereka sebagai kelas SR rintisan. Karenanya, pembelajaran dua angkatan siswa tetap berlangsung di Pare.

          Terkait nasib para guru dan tenaga kependidikan di sana, Solikin menegaskan, untuk bisa masuk ke SR statusnya harus pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Karenanya, pegawai yang memenuhi syarat bisa bergabung. Sebaliknya, jika tidak memenuhi syarat akan tetap mengajar di SMA Dharma Wanita.

          Setelah operasional SR, Solikin memastikan SMA Dharma Wanita akan tetap beroperasi. “Hanya saja, apakah konsepnya tetap boarding school atau kembali seperti awal masih akan dikaji. Jadi guru-guru di sana tetap akan mengajar,” jelasnya.

          Untuk diketahui, saat ini Pemkab Kediri melalui dinas pendidikan tengah melakukan tahapan rekrutmen guru dan tenaga kependidikan untuk SR.

Tim Pengadaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SR Kabupaten Kediri Fadeli mengatakan, sedikitnya dibutuhkan 19 guru mata pelajaran.

Selain mereka juga ada tenaga kependidikan seperti pengasuh asrama, wali asuh, satpam, operator, tenaga admin, dan pegawai lainnya.

          “Kami melakukan tahapan rekrutmen sejak 16 sampai 19 Mei,” ungkap Fadeli sembari menyebut total ada sekitar 300 orang yang mendaftar.

          Tugas dinas pendidikan menurutnya menyeleksi administrasi pendaftar. Selanjutnya mereka memilih tiga nama di tiap formasi yang dibutuhkan. “Itu (tiga nama di tiap formasi, Red) kami kirim ke Kemensos. Mereka yang memilih,” jelas Fadeli.

          Sementara itu, jika SR di Kabupaten Kediri masuk gelombang pertama di Indonesia, Kota Kediri baru menyiapkan lahan untuk SR. Lokasi tanah seluas 5,19 hektare itu di Kelurahan Lirboyo, Mojoroto.

          Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri Bagus Alit menyebut SR Kota Kediri belum akan beroperasi tahun ini. Sebab, Kota Kediri tidak masuk kelompok gelombang pertama. “Belum ada rekrutmen guru Sekolah Rakyat di Kota Kediri,” elak Bagus.

          Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetyo. Menurutnya, Kota Kediri masuk di tahap 2A.

Bukan gelombang 1 seperti Kabupaten Kediri. “Yang sekarang sudah melaksanakan rekrutmen itu yang di gelombang 1A dan 1B. Kami ini kalau nggak salah di tahap 2A. 1A dan 1B itu rata-rata yang sudah ada bangunannya,” jelas Paulus.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pemkab kediri #pemkot kediri #Sekolah Rakyat #berita kediri hari ini