KEDIRI, JP Radar Kediri- Petugas gabungan dari Pemerintah Kota Kediri dan Perum Jasa Tirta melakukan pembersihan sampah di kaki-kaki Jembatan Lama kemarin. Karena sudah berusia 156 itu, jembatan itu rentan rusak.
Pemerintah Kota Kediri membuat kajian untuk mengungkap kondisi struktur jembatan dari besi itu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri Bagus Alit mengatakan, pemeliharaan jembatan cagar budaya itu akan terus dilakukan. Selain pembersihan sampah di struktur jembatan juga tengah melakukan kajian.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Kabupaten Kediri Jadi Lokasi Sekolah Rakyat Pertama, Kota Kediri Menyusul di Tahap 2
“Ini kajiannya dengan ITS (Institute Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Red). Strukturnya masih dipertahankan dan akan diteliti untuk menentukan langkah penanganannya,” ujar Bagus Alit.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Yono Heryadi menambahkan, hingga saat ini, belum ada kajian atau evaluasi yang menjelaskan terkait kekuatan struktur jembatan yang sudah beroperasi sejak 1869 itu. Karena itu perlu dilakukan kajian.
Baca Juga: Alhamdulillah! Ratusan CASN Kabupaten Kediri Akan Terima SK Pekan Ini
“Kami masih belum pernah mengadakan evaluasi, sebenarnya struktur ini kuat atau tidak?” ujar Yono.
Kajian itu dilakukan untuk seberapa kuat jembatan yang sudah berusia ratusan tahun itu. Apalagi kaki jembatan itu terbuat dari besi.
Oleh sebab itu, pihaknya perlu me lakukan mitigasi risiko termasuk melakukan penguatan struktur jembatan agar bangunan bersejarah itu tidak ambruk.
Baca Juga: Merawat Cagar Budaya, Sekda Pemkot Kediri Bagus Alit Pantau Pembersihan Sampah di Kaki Jembatan Lama
“Nanti ITS akan merekomendasikan (mana saja yang akan diperbaiki, Red),” sambungnya.
Selama perbaikan nanti, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan balai cagar budaya. Khususnya terkait upaya perbaikan jembatan, tanpa mengubah bentuknya.
“Tujuan kajian ini juga memberi arahan bagi dinas PUPR, apa saja yang nanti diperbaiki. Sehingga bisa menjamin keselamatan bangunan dan warga yang melintas tanpa harus mengubah bentuknya,” tandas Yono.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian