KEDIRI, JP Radar Kediri- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kediri Bagus Alit meninjau langsung pembersihan sampah di Jembatan Lama tadi pagi (20/5). Peninggalan sejarah yang kini menjadi cagar budaya itu sudah penuh dengan sampah.
Bagus Alit datang ke jembatan itu bersama dengan Perum Jasa Tirta. Dia mengamati langsung pembersihan jembatan yang sudah dilakukan sejak pagi.
Pembersihan tumpukan sampah di kaki Jembatan Lama Kediri itu sengaja dilakukan pagi hari karena saat siang hingga sore kerap hujan.
Jika turun hujan, debit sungai Brantas mengalami peningkatan. Kondisi itu menjadi pertimbangan petugas untuk antisipasi keselamatan saat membersihkan sampah.
Saat volume air sungai Brantas membesar, selalu membawa material sampah. Sebelum sampai di Bendungan Waruturi di Gampengrejo, sampah-sampah itu kebanyakan tersangkut di kaki jembatan.
Saat ini, material sampah bambu sudah menggunung di kaki Jembatan Lama. Jika tidak segera dibersihkan maka akan membahayakan struktur jembatan yang kini jadi cagar budaya itu sudah berusia 156 tahun.
Menurut Bagus Alit, pembersihan itu merupakan upaya melestarikan Jembatan Lama. Jika tumpukan sampah itu tidak dibersihkan maka dapat membebani struktur jembatan yang seluruhnya dari besi.
"Pembersihan sampah itu akan terus dilakukan. Ini masih ada kajian dengan ITS (untuk mengetahui kondisi struktur jembatan, Red). Jadi tetap dipertahankan," ujar Bagus Alit.
Untuk diketahui, menumpuknya sampah di jembatan lama itu terjadi setelah adanya Pladu. Saat itu debit air sungai yang besar membawa banyak material bambu.
Kondisinya kemudian diperparah karena kenaikan volume air sungai Brantas yang belakangan terus meningkat usai diguyur hujan lebat. Setiap kali debitnya naik, selalu membawa material dan tersangkut jembatan lama.
Baca Juga: Belum Optimal, Ini Saran Pengamat Transportasi : Pemerintah Harus Serius Dukung Bandara Dhoho Kediri
Pembersihan tumpukan sampah di Jembatan Lama Kota Kediri itu sebagai upaya Pemkot Kediri merawat peninggalan sejarah.
Pemerintah berupaya untuk tetap menjaga struktur bangunan agar tidak ambruk seperti kebanyakan jembatan tua di Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian