Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Belum Optimal, Ini Saran Pengamat Transportasi : Pemerintah Harus Serius Dukung Bandara Dhoho Kediri

Sri Utami • Senin, 19 Mei 2025 | 02:51 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN, JP Radar Kediri-OperasionalBandara Dhoho di Kabupaten Kediri yang dinilaibelum optimal, jadi sorotan kalangan profesional.

Pengamat Transportasi Universitas Negeri Surabaya Prof Dadang Supriyatno meminta pemerintah harusserius mendukung operasional Bandara Dhoho.

Di antaranya, dengan melakukan pemetaan rutepotensial dan menyediakan infrastruktur pendukung.

Prof Dadang mengatakan, keberadaan Bandara Dhoho Kediri jadi harapan baru terkoneksinyawilayah selatan Provinsi Jatim dengan cepat dan efisien.

Karenanya, pemerintah dituntut untuk seriusmendukung operasi Bandara Dhoho yang merupakanproyek strategis nasional itu.

Baca Juga: Kena Pembebasan Lahan Tol Akses Bandara Dhoho Kediri, Ahli Waris Tolak Eksekusi Pengosongan Rumah dan Tanah

Pria yang juga merupakan dosen Universitas Negeri Surabaya ini menyebut, keberadaan Bandara Dhoho sangat strategis untuk membuka jalurtransportasi udara di wilayah selatan Jatim.

“Bandara Dhoho ini menambah pilihan moda transportasiudara di Jawa Timur, tidak harus ke Surabaya (Bandara Juanda, Red),” ungkap Dadang.

Karenanya, menurut Dadang pemerintah wajibmendorong beroperasinya Bandara Dhoho denganmelakukan pemetaan rute potensial. Sertamenyediakan infrastruktur pendukung bandara.

Dia lantas mencontohkan Bandara Banyuwangiyang sempat hampir mati karena sepinyapenumpang.

Imbasnya, jumlah maskapai yang masukke sana minim. Namun, kini bisa jadi salah satubandara yang hidup.

Baca Juga: Resmi! Bandara Jenderal Ahmad Yani Kembali Berstatus Sebagai Bandara Internasional

Hal itu terjadi setelah pemerintah melaluiKementerian Perhubungan (Kemenhub) bergerakbersama-sama menghidupkan bandara. Kala itu, pemerintah melakukan pemetaan rute yang potensial.

Akibatnya, maskapai sebagai pihak swasta tergerakmembuka jalur penerbangan di Banyuwangi.

Selama ini kan urusan (membuka pasar) diserahkan maskapai. Komitmen pemerintah hanyadi atas kertas saja, sehingga maskapai berjuangsendiri menciptakan pasar,” kritik Dadang.

Melihat operasional Bandara Dhoho yang belummaksimal, Dadang berharap pemerintah mengkajiulang kembali konsep Bandara Dhoho denganmelibatkan pakar atau akademisi.

Sehingga semuapersoalan yang menghambat beroperasinya Bandara Dhoho bisa diinventarisasi untuk diselesaikanbersama-sama.

Baca Juga: Pembebasan Tanah Tol Ki Agung Dilanjutkan Juni, Tunggu Lahan untuk Akses Bandara Dhoho Selesai

Termasuk pengaturan wilayah udara di bagianSelatan Jawa Timur yang sebelumnya menjadi area latihan pesawat tempur Lanud Iswahjudi.

Dibutuhkan intervensi pemerintah pusat untukduduk bersama seluruh stakeholder dan pakartransportasi, sehingga cita-cita mewujudkan aksestransportasi udara di Selatan Jawa Timur bisaterwujud,” tandas Dadang.

Untuk diketahui, Bandara Dhoho dibangun oleh PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk.

Pembangunan bandara yang menelan dana triliunan rupiah itu murni dilakukanswasta tanpa dukungan anggaran pemerintah samasekali.

Bandara didesain memiliki panjang runway ataulandasan pacu berukuran 3.300 x 45 meter, apron commercial berukuran 548 x 141 meter, serta apron VIP berukuran 221 x 97 meter.

Bandara Dhoho dilengkapi dengan 4 taxiway, dan lahan parkir seluas 37.108 meter persegi.

Di sisidarat, bandara ini memiliki terminal penumpangseluas 18.000 meter persegi berkapasitas 1,5 jutapenumpang per tahun.

Baca Juga: Internship Seru di Radar Kediri, Mahasiswa Dampingi School Journalist Trip Kunjungan ke BMKG Dhoho

Beroperasinya Bandara Dhoho ini menjadiharapan baru masyarakat Jawa Timur dalammendapat akses transportasi udara yang cepat dan efisien.

Selain menghubungkan 13 kota dan kabupaten di Jawa Timur, keberadaan Bandara Dhoho juga mendongkrak sektor ekonomi, pariwisata, dan religi.

Bandara ini diharapkan juga membuka rute baruperjalanan umrah dari Kediri ke Tanah Suci,Sehingga layanan penerbangan umrah bisa lebihcepat dan nyaman.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #bandara dhoho kediri #pengamat transportasi #bandara dhoho