KEDIRI, JP Radar Kediri- Pendataan atau groundchecking Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kembali dilanjutkan. Pendataan itu dilakukan setelah sebelumnya sempat distop.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya mengatakan, verifikasi data-data anomali penerima program bansos sempat terhenti. Berhenti sejak sepekan dari 1 Mei lalu.
Baca Juga: Waduh! Orang Tua Serbu Dinsos Kota Kediri untuk Cetak DTKS, Padahal Tak Lagi Jadi Syarat SPMB
Saat itu, Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan penarikan data yang sudah selesai terverifikasi di daerah. Termasuk di Kota Kediri.
“Saat itu, ada 68 persen data yang sudah selesai ditarik semua ke pusat. Dan sisanya sampai hari ini belum diberi beban waktu tenggat selesainya,” ucap Paulus.
Baca Juga: Full Senyum! Gaji ke 13 ASN Segera Cair, Pemkab Kediri Siapkan Puluhan Miliar
Setiap petugas pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), rata-rata tinggal menyisakan 5-10 keluarga yang belum terverifikasi.
Beberapa petugas di lapangan masih terkendala sulitnya menemui keluarga sasaran.
Baca Juga: Geruduk DPRD Kabupaten Kediri, Warga Manggis Tuntut Hak Kelola Hutan
“Waktu didatangi itu orangnya masih kerja, sehingga wawancaranya sulit. Kalau masih ada tetangganya biasanya masih bisa minta info ke tetangga. Meskipun tetap harus ketemu orangnya,” beber Paulus.
Dalam melaksanakan verifikasi data sosial itu, sekitar 30 petugas pendamping PKH ditugaskan di Kota Kediri.
Selama proses groundchecking, petugas PKH mewawancarai keluarga sasaran dengan mengacu beberapa indikator yang ditetapkan Kementerian Sosial.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menurunkan Instruksi Presiden 4/2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pada Februari lalu.
Baca Juga: Empat Hari Lagi SPMB di Kota Kediri Akan Dimulai! Begini Pesan Wali Kota Vinanda
DTSEN itu nantinya akan digunakan sebagai dasar penyaluran bansos. Menggantikan DTKS yang dianggap masih memuat ketidakakuratan data.
Sebelum sepenuhnya mengacu pada DTSEN, saat ini dinas sosial masih melaksanakan tahapan groundchecking atau verifikasi data anomali di lapangan.
Di Kota Kediri, sedikitnya ada 10.845 data anomali yang harus diverifikasi.
Ribuan data itu masuk dalam kategori exclusion error atau orang yang seharusnya terdata sebagai penerima bantuan, tapi tidak terdaftar.
Serta inclusion error atau orang yang seharusnya tidak terdaftar, tapi terdata sebagai penerima bantuan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian