Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waduh! Orang Tua Serbu Dinsos Kota Kediri untuk Cetak DTKS, Padahal Tak Lagi Jadi Syarat SPMB

Ayu Ismawati • Jumat, 16 Mei 2025 | 08:10 WIB
Warga mengantre untuk bisa mencetak DTKS di loket pelayanan Dinas Sosial Kota Kediri
Warga mengantre untuk bisa mencetak DTKS di loket pelayanan Dinas Sosial Kota Kediri

KOTA, JP Radar Kediri-Jelang pendaftaran jalur afirmasi jenjang TK-SMP Senin (19/4) depan, orang tua (ortu) mulai melakukan serangkaian persiapan. Salah satunya mencetak bukti data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri di kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri kemarin, antrean warga yang mencetak DTKS anaknya mencapai puluhan orang.

Mereka tetap bersikukuh mencetak DTKS meski SPMB tidak mensyaratkan hal tersebut.

          Rupanya, antrean pencetakan DTKS tidak hanya terjadi kemarin. Melainkan sudah marak sejak beberapa hari lalu.

Bahkan, pada Rabu (14/5) lalu antrean sempat mengular hingga halaman kantor Dinsos Kota Kediri. Warga tetap berdatangan meski dinsos sudah memasang pengumuman tentang pencetakan DTKS yang tidak jadi syarat dalam SPMB.

          Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya mengatakan, tahun ini siswa yang mendaftar jalur afirmasi di TK-SMP negeri tidak diwajibkan mencetak DTKS. Namun, faktanya masih banyak ortu yang datang ke kantor dinsos.

Pada Rabu lalu menurut Paulus ada lebih dari 50 orang yang mengantre di dinsos. “Mungkin ada missed komunikasi saja karena belum ada edaran bahwa itu cukup dilihat di sekolah masing-masing,” ujar Paulus terkait antrean pencetak DTKS.

          Pendaftar jalur afirmasi, lanjut Paulus, tinggal mengecek kepesertaannya dalam DTKS melalui situs resmi SPMB Kota Kediri.

Sebab, data anak-anak yang masuk DTKS di rentang usia 3-16 tahun sudah diserahkan ke Dinas Pendidikan Kota Kediri. Dokumen itu sekaligus sebagai syarat utama seleksi jalur afirmasi. Khususnya per Februari 2025.

          “Sehingga yang mungkin merasa mengusulkan di bulan Maret atau April kemarin, kira-kira sudah nggak ada (dalam DTKS, Red). Karena sistemnya dari Kementerian Sosial sudah di-cut off per Februari 2025,” lanjut Paulus.

          Sesuai kriteria tersebut, sedikitnya ada 31.110 data anak usia 3-16 tahun yang masuk DTKS.

Untuk memastikan apakah calon siswa masuk dalam DTKS, siswa atau orang tua tinggal mengecek di situs https://spmb.kedirikota.go.id/, di kanal Cek DTKS. Hasilnya dapat dilihat dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK) siswa.

          Dikatakan Paulus, pendaftaran sekolah yang tidak membutuhkan cetak DTKS itu hanya berlaku untuk SPMB di bawah Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Adapun untuk jenjang SMA/SMK serta MI/MTs/MA tetap membutuhkan pencetakan DTKS. “Kalau hari-hari biasa rata-rata 30-40 permintaan bukti DTKS. Sekarang sehari bisa 100-an,” terang Paulus tentang peningkatan jumlah permintaan cetak DTKS.

Seperti diberitakan, ada empat jalur di SPMB Kota Kediri. Yakni jalur afirmasi dan inklusi, prestasi, mutasi dan anak guru, serta domisili. Khusus untuk jalur prestasi hanya ada di jenjang SMP negeri.

Tahapan SPMB Kota Kediri 2025 akan dimulai Senin (19/5) mendatang. Diawali dengan jalur afirmasi untuk jenjang TK, SD, dan SMP negeri yang pendaftarannya dibuka mulai 19–20 Mei 2025.

Jalur afirmasi akan mencakup afirmasi keluarga ekonomi tidak mampu dan inklusi atau disabilitas.

Mulai tahun ini, seluruh sekolah negeri di Kota Kediri akan menjadi sekolah inklusi. Yakni, bisa menerima siswa anak berkebutuhan khusus (ABK).

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #SPMB 2025 #pemkot kediri #SPMB jalur afirmasi akan ditambah lebih besar