KEDIRI, JP Radar Kediri- Ini kabar gembira bagi warga Kota Kediri yang menerima manfaat bantuan sosial (bansos).
Bansos triwulan kedua akan rencananya akan dicairkan pada minggu ke 3 bulan ini.
Baca Juga: TNI Bakal Jaga Kantor Kejaksaan di Kediri Raya Selama 24 Jam
Hal itu telah disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Penyaluran bantuan tersebut akan mengacu pada Data Tunggal Sistem Elektronik Nasional (DTSEN).
Yakni, basis data terpadu yang menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Baca Juga: Pengangguran Kota Kediri Didominasi Lulusan SMA dan SMK, Ini Angka Menurut BPS
DTSEN merupakan hasil pembaruan data yang dilakukan Kemensos bersama Badan Pusat Statistik (BPS) diantaranya agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
Pembaruan data itu salah satunya dilakukan dengan validasi data-data anomali lewat proses groundchecking.
Baca Juga: Siap-Siap Unjuk Bakat atau Prestasi! Jalur Karakteristik SPMB Kota Kediri Diserahkan ke Sekolah
“Karena ini bantuan dari pusat, penyaluran bansos harus didasarkan SK (surat keputusan, Red) dari Kemensos atau berupa peraturan menteri sosial. Sampai sekarang belum ada,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya masih menunggu surat keputusan dari Pemerintah Pusat.
Terkait penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bansos sembako, pihaknya juga masih menunggu data penerima manfaat. Khususnya data akurat by name by address baru yang mengacu DTSEN.
Baca Juga: SPMB 2025 Kota Kediri! Jalur Domisili Kini Lebih Ketat, Titip KK Dipastikan Gagal
Dengan adanya perubahan basis data itu, Paulus tak menampik kemungkinan perubahan penerima manfaat. Yang sebelumnya menerima, bisa jadi tercoret dalam data terbaru.
Begitu pula sebaliknya dengan orang yang sebelumnya tidak menjadi penerima manfaat juga dimungkinkan masuk dalam data baru hasil pemutakhiran tersebut.
Baca Juga: Ini Tujuan Pemdes Purwotengah Papar Kediri Bangun Akses Jalan Ratusan Meter
“Pasti ada yang berubah. Dan pasti akan ada pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat (terkait perubahan penerima manfaat, Red). Tapi yang jelas sampai sekarang permensos tentang by name by address-nya belum turun,” ungkapnya.
Terlepas dari perubahan basis data yang digunakan Kemensos, Paulus mengatakan pada dasarnya penerima manfaat bansos kerap berubah-ubah.
Baca Juga: Dispertabun Bangun 900 Sumur Sawah Baru! Kunjungi Kediri, Kementan Cek Penambahan Luasan Padi
Seperti adanya penambahan keluarga prasejahtera baru. Hingga pengurangan dari penerima yang sudah graduasi atau dianggap sudah sejahtera.
“Tahun ini Kota Kediri ada dua orang yang diwisuda. Biasanya nanti akan dapat bantuan modal agar bisa mandiri,” terang Paulus.
Baca Juga: BP Jamsostek Kediri Sasar 11 Ribu Pekerja Rentan, Target Naik untuk Hapus Kemiskinan Ekstrem
Adapun sebelumnya, bansos triwulan pertama disalurkan pada akhir Februari lalu. Jumlah penerima bansos sembako dan PKH saat itu mencapai 7.747 keluarga penerima manfaat (PKM).
Pendistribusiannya dilakukan melalui PT Pos Indonesia dengan nominal yang berbeda sesuai kondisi penerimanya. Bansos PKH itu disalurkan dalam bentuk uang tunai untuk periode tiga bulan sekali.
Baca Juga: Melihat Efek Positif Olahraga Warga Desa Sambirejo, Gampengrejo di Kediri
Nominalnya pun berkisar Rp 225 ribu hingga Rp 755 ribu. Kategori penerima bansos PKH itu di antaranya ibu hamil dan balita senilai Rp 750 ribu, siswa SD mendapat Rp 225 ribu, SMP mendapat Rp 375 ribu, SMA mendapat Rp 500 ribu, serta disabilitas dan lansia yang masing-masing mendapatkan Rp 600 ribu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian