KABUPATEN, JP Radar Kediri-Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Dirjen TP Kementan) Yudi Sastro berkunjung ke Kabupaten Kediri Senin (12/5).
Kedatangan Yudi kemarin untuk melihat luas tambah tanam (LTT) padi sesuai instruksi kementerian.
Hasilnya, tak hanya mengapresiasi penambahan luas tanaman padi, dia juga mengapresiasi rencana pembangunan ratusan sumur sawah baru.
Ditemui koran ini usai melakukan penanaman padi di sawah Desa Sambiresik, Gampengrejo kemarin, menurut Yudi penambahan luas tanaman padi di Kabupaten Kediri sudah bagus.
“Kediri capaiannya jauh melampaui ekspektasi saya. Belum didatangi saja targetnya sudah ditambahi sendiri,” puji Yudi terkait target swasembada pangan yang ditetapkan Kementan.
Baca Juga: Bupati Kediri Buka Musrenbang RPJMD 2025-2029, Mas Dhito Fokus Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Selebihnya, dia juga mengapresiasi upaya penambahan indeks pertanaman (IP) lewat pembuatan sumur dalam. Menurutnya terobosan itu bisa dicontoh daerah lain.
Yudi mengakui, penambahan sumur dalam bisa membantu memenuhi kebutuhan air dalam penanaman padi. Kementan menargetkan pemberian bantuan sumur dalam hingga 11 ribu titik tahun ini. Namun, jika dibagi rata ke seluruh daerah di Indonesia, setiap kabupaten hanya kebagian sembilan titik saja.
Rupanya, Pemkab Kediri melakukan terobosan dan bisa membangun 900-1.000 titik per tahun. “Kediri malah bisa membangun berpuluh kali lipat lebih banyak. Ini luar biasa. Daerah lain harus mencontoh dan belajar dari Kediri,” lanjutnya.
Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa mengatakan, Pemkab Kediri memperbanyak sumur dalam karena selama ini kendala petani selalu di aspek pengairan. “Jika kami beri fasilitas air, pasti para petani pasti akan mau menanam padi,” jealsnya.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Sukadi memaparkan, sebelumnya Kabupaten Kediri ditarget untuk bisa menanam padi seluas 3.002 hektare bulan ini. Namun, Dirjen TP Kementan ternyata meminta agar targetnya dinaikkan.
Merespons hal tersebut, Sukadi mengaku menyisir sejumlah kecamatan. Hasilnya, bulan ini mereka bisa menambah hingga 439 hektare. Jika produktivitas panenan setiap satu hektare mencapai tujuh ton, berarti ada tambahan 3.000 ton. “Itu di luar panenan dari 3.002 hektare (target Kementan, Red),” jelas Sukadi.
Sebelumnya, Pemkab Kediri ditarget untuk bisa menanam padi hingga 63 ribu hektare.
Adapun capaian saat ini baru sebesar 49 ribu hektare. Untuk bisa memenuhi target Kementan, Pemkab Kediri berupaya mengerek IP. Yakni dengan menambah jumlah sumur dalam di sawah.
Sukadi menyebut pemkab berencana membangun 900 hingga 1.000 titik sumur dalam.
Jika penambahan sumur bisa dilakukan konsisten tiap tahun, dia optimistis target penanaman padi 63 ribu hektare itu bisa terpenuhi dalam waktu empat tahun.
Dari mana anggaran pengadaan ratusan sumur dalam yang pasti tidak murah itu? Menurut Sukadi pihaknya mengolaborasikan dengan berbagai anggaran.
Dia mencontohkan, dari APBN Kabupaten Kediri mendapat bantuan 12 titik sumur atau senilai sekitar Rp 840 juta. Selanjutnya, dari APBD juga akan dibangun 15 titik sumur senilai Rp 1,05 miliar.
Tidak hanya itu, dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) juga akan dianggarkan pembangunan 69 titik sumur. Masing-masing diperkirakan butuh anggaran Rp 70 juta.
“Ada juga CSR sebanyak 33 titik,” beber Sukadi sembrai menyebut tiap desa juga diminta membangun dua unit sumur dalam, diambilkan dari dana desa (DD).
Jika setiap desa membangun dua unit sumur dalam, setidaknya akan ada 660 sumur baru di sawah. “Kolaborasi APBN, APBD, DBHCHT, dan CSR nanti bisa 900 titik sumur per tahun,” urai Sukadi.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira