KEDIRI, JP Radar Kediri – Suhairi Maghfur, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri menyoroti pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanaman Modal.
Masde (Mas Dewan) Maghfur -sapaannya- meminta pembahasan Raperda tentang Penanaman Modal lebih memperhatikan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Kediri.
Raperda tersebut akan dibahas bersama dengan panitia khusus (pansus) yang sudah dibentuk di DPRD Kabupaten Kediri. Yakni Pansus II tentang Rancangan Peraturan Daerah Penanaman Modal.
Pria warga Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kedirin ini menegaskan agar peraturan daerah (perda) penanaman modal ini selain bertujuan menarik investasi dari luar untuk membangun Kediri, juga tetap harus memperhatikan kearifan lokal daerah Kabupaten Kediri.
“Kita tentu ingin Kabupaten Kediri maju dan makmur dengan semakin banyaknya investasi yang masuk. Iklim investasi yang kondusif didukung dengan berbagai macam kemudahan dan insentif dari pemerintah, tetapi harus mempertimbangkan aspek kearifan lokal,” ujar Masde Maghfur.
Menurutnya, penanaman modal (investasi) dapat menyebabkan pergerusan nilai-nilai kearifan lokal. Penanaman modal seringkali membawa perubahan besar dalam cara masyarakat hidup, bekerja, dan berinteraksi, yang dapat menggeser atau bahkan menghilangkan tradisi dan pengetahuan lokal yang telah ada selama berabad-abad.
Namun, politisi PKS ini mengingatkan bahwa penanaman modal tidak selalu berdampak negatif pada kearifan lokal. Ada pula contoh-contoh di mana investasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab dapat membantu melestarikan dan bahkan mengembangkan kearifan lokal.
Misalnya, investasi di sektor pariwisata yang berbasis budaya dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kearifan lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Penanaman modal memiliki potensi untuk menggerus nilai-nilai kearifan lokal karena membawa perubahan besar dalam cara masyarakat hidup, berinteraksi, dan memanfaatkan sumber daya.
“Namun, investasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab dapat juga menjadi peluang untuk melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal,” terangnya.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa penanaman modal dilakukan dengan cara yang mempertimbangkan dampak sosial, budaya, dan lingkungan, serta melibatkan masyarakat lokal dalam proses pembangunan. Sehingga akan tercipta pembangun masyarakat yang harmonis.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah