Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Disdik Kota Kediri Merger Lima SD Kompleks, Siasati Kekurangan Sarpras Sekolah dan SDM

Ayu Ismawati • Kamis, 8 Mei 2025 | 12:00 WIB
Photo
Photo

KOTA, JP Radar Kediri-Dinas Pendidikan Kota Kediri menyeriusi rencana merger atau penggabungan sejumlah sekolah dasar (SD).

Di antaranya, merger lima sekolah di barat sungai yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.

          Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan mengatakan, merger sejumlah SD yang berada dalam satu kompleks itu dilakukan dengan beberapa pertimbangan.

Salah satunya menyiasati kondisi sarana dan prasarana (sarpras) sekolah, serta jumlah sumber daya manusia (SDM) pengajar dan kepala sekolah yang terbatas.

          “Nanti ada beberapa sekolah yang kami merger. Beberapa SD yang berada di satu kompleks akan kami gabungkan,” kata Anang.

          Penggabungan SD, diakui Anang juga menyasar sekolah yang kondisi sarprasnya kurang lengkap. Termasuk mengatasi sekolah yang jumlah muridnya cenderung terus menurun.

          Data yang dihimpun koran ini, sedikitnya ada lima sekolah di barat sungai yang proses mergernya tengah diseriusi. Dilihat dari jumlah siswa, SD-SD tersebut masih memiliki murid di atas 100 anak. Bahkan ada yang memiliki 150 murid.

“Secara jumlah siswa sebenarnya masih banyak. Tapi sarprasnya kurang memadai. Jadi nanti akan digabung, gedungnya dibangun ulang dan dilengkapi agar siswa lebih nyaman belajar,” lanjut Anang sembari menyebut lima SD itu akan digabung menjadi dua SD saja.

          Selain SD kompleks di barat sungai, merger juga akan menyasar SD kompleks di Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren. Hanya saja, dinas pendidikan masih akan melakukan kajian secara menyeluruh lebih dulu.

          Anang menyebut, penggabungan sekolah juga dilakukan karena jumlah kepala sekolah (kasek) yang terbtas. Saat ini, ada puluhan SD di Kota Kediri yang diiisi oleh pejabat pelaksana tugas (plt).

          Rencana merger SD, lanjut Anang, juga dilakukan untuk pemerataan kualitas pendidikan di sejumlah SD negeri.

“Misalnya ada sekolah yang selama ini tidak pernah tersentuh. Sehingga sekolah itu seolah-olah sekolah pinggiran. Akhirnya rencana dimerger untuk nanti diperbaiki,” beber Anang sembari menyebut upaya itu juga untuk meminimalisasi masyarakat memilih sekolah-sekolah tertentu yang diberi label favorit.

          Meski mengalami penggabungan, Anang mengatakan belum tentu rombongan belajar (rombel) atau gurunya juga ikut mengalami penggabungan.

Dalam kajian yang masih berlangsung itu, pihaknya masih akan memetakan proporsi rombel dan pengajar di masing-masing sekolah.

          “Artinya kalau dua SD itu dimerger, belum tentu itu nanti jadi satu. Misalnya masing-masing sekolah yang awalnya punya dua rombel, belum tentu ini nanti menjadi satu rombel. Jadi masih memungkinkan mereka jadi dua rombel,” tandas Anang meminta para guru tak perlu khawatir karena disdik akan melakukan pemetaan secara menyeluruh.

Sebelumnya Anang mengungkapkan, sedikitnya ada 43 sekolah negeri yang saat ini jabatan kepala sekolahnya diisi plt. Rinciannya, tiga TK, 37 SD, dan tiga SMP.

Banyaknya kekosongan jabatan kepala sekolah itu lantaran banyak yang sudah memasuki masa purnatugas.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Merger Sekolah Dasar #pemkot kediri #disdik kota kediri