Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dewan Dukung Usulan Pendidikan Militer untuk Siswa Nakal di Kabupaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 8 Mei 2025 | 05:17 WIB

 

KASUS KENAKALAN REMAJA: Pelaku kekerasan yang masih anak-anak saat rekonstruksi kejadian di Polres Kediri.
KASUS KENAKALAN REMAJA: Pelaku kekerasan yang masih anak-anak saat rekonstruksi kejadian di Polres Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Munculnya isu pendidikan militer untuk siswa nakal ke barak militer mendapat persetujuan anggota dewan. Dukungan itu muncul dari anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri, Lutfi Mahmudiono. 

Menurut Lutfi, usulan tersebut baik untuk pembaharuan karakter anak. “Kita butuh membangun karakter anak. Lembaga yang sudah terbukti berhasil membangun karakter itu ya di TNI,” jelasnya.

Baca Juga: Tender Stadion Gelora Daha Jayati Kediri Tahap II Mundur, Begini Penjelasan DPKP

Dia mengatakan, bahwa program tersebut bisa menjadi sebuah langkah yang dapat dilakukan. Karena di Kabupaten Kediri sendiri tidak sedikit anak yang terbawa arus kenakalan remaja. Seperti contoh, banyak anak-anak yang kini masuk bui akibat melakukan tindakan kekerasan di jalan. Beberapa di antara mereka kini sedang menjalani sidang di pengadilan. 

Seperti halnya banyaknya kelompok-kelompok pemuda yang kerap kali membuat kerusuhan. “Tujuannyakan untuk melatih anak-anak menjadi disiplin. Untuk menghormati sesama, menghormati orang tua. Dengan disiplin, dan dilatih menghormati sesama itu kan akhirnya terbentuk karakter yang baik untuk anak-anak,” terang Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Kediri itu.

Baca Juga: Cegah PMK, DKPP Kota Kediri Distribusikan 600 Dosis Vaksin

Jika nantinya wacana menerapkan program itu dilakukan seluruh wilayah, dia mengaku dia akan mendukungnya. Termasuk terkait anggarannya. “Itu kalau menjadi program nasional. Daerah harus menganggarkannya,” jelasnya.

Hal serupa juga diutarakan oleh Sulistyo Budi yang juga anggota Komisi IV. Politisi asal DPD PKS Kabupaten Kediri itu mengatakan, bahwa hal itu bisa diterapkan namun disesuaikan dengan tingkatan kenakalan anak.

Baca Juga: Semua Sekolah Negeri Kini Inklusi, ABK Tak Lagi Bingung Pilih Sekolah

“Untuk anak yang bermasalah dengan kategori tertentu, misal terlibat dalam geng atau kelompok kekerasan, pendekatan militer mungkin lebih pas,” jelasnya.

Walau demikian, ada kalangan yang tidak bisa diterapkan hal tersebut. Untuk kenakalan yang lebih ringan, maka cara yang bisa dilakukan adalah dengan lebih humanis.

Baca Juga: Telurkan BOSDa, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati: Tidak Boleh Ada Ijazah Tertahan Lagi

“Menurut saya tidak semua bisa diselesaikan dengan cara militer, adakalanya pendekatan yang lebih humanis malah lebih bisa menuntaskan masalah. Dan persoalan ini, menurut saya secara umum tidak bisa dituntaskan dengan cara instan, harus ada upaya yang komprehensif  dan berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan,” jelasnya.

Menurutnya, selain keluarga, sekolah memiliki peran strategis dalam menyelesaikan masalah ini. Sekolah diharuskan bisa menyiapkan gurunya tidak hanya mengajar ilmu pengetahuan saja. Tapi juga menjadi pendidik dan pembina siswanya dengan memberikan nilai-nilai positif.

Baca Juga: Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati Sidak ke Kantor Satpol PP, Kasatpol Tidak Ada di Ruangan! Kemana? 

“Sehingga siswa memiliki attitude yang baik atau akhlakul karimah,” jelas Budi.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #pendidikan militer #pengadilan #siswa nakal #dprd kabupaten kediri #barak militer