Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Semua Sekolah Negeri Kini Inklusi, ABK Tak Lagi Bingung Pilih Sekolah

Ayu Ismawati • Rabu, 7 Mei 2025 | 08:10 WIB
Photo
Photo

KOTA, JP Radar Kediri-Siswa penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK), lebih leluasa memilih sekolah dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ini.

Hal tersebut setelah Pemkot Kediri menjadikan semua sekolah negeri sebagai sekolah inklusi. ABK yang lolos asesmen pun nanti memiliki banyak alternatif sekolah yang bisa dimasuki.

          Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, di SPMB tahun ajaran baru 2025/2026 ini total ada 111 SD dan sembilan SMP negeri yang menjadi sekolah inklusi. Sedikitnya ada 125 guru pendamping khusus (GPK) yang disiapkan di ratusan sekolah tersebut. 

          Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, pembentukan ratusan sekolah inklusi itu untuk memperluas akses pendidikan bagi ABK. “Pendirian sekolah inklusi untuk jejang TK, SD, dan SMP ini agar anak-anak berkebutuhan khusus leluasa bersekolah di sekolah negeri,” kata Vinanda.

          Sebelumnya, jumlah sekolah inklusi di Kota Kediri sangat terbatas. Yakni, hanya ada empat SMP inklusi dan 11 SD inklusi. Karenanya, jumlah GPK juga terbatas.

          Merespons pembentukan ratusan sekolah inklusi itu, dinas pendidikan melakukan diklat ratusan GPK. Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan menambahkan, ratusan guru yang selesai mengikuti diklat itu siap untuk disebar ke SD dan SMP inklusi.

          “Atas kebijakan Mbak Wali, nanti anak berkebutuhan khusus difasilitasi (mendaftar sekolah, Red) lewat jalur afirmasi dan inklusi,” ungkap Anang.

Dalam SPMB tahun ini, seluruh TK, SD, dan SMP negeri diwajibkan membuka kuota untuk jalur inklusi. Sehingga, ABK bisa lebih leluasa memilih sekolah tempat mereka mengenyam pendidikan.

          Ditanya tentang kesiapan 125 GPK untuk pembelajaran, Anang memastikan para guru yang sudah tersertifikasi itu sudah siap menjadi guru pendamping. “Mereka sudah layak untuk mendampingi. Jadi dari segi ketersediaan SDM-nya, Insya Allah kita sudah cukup,” lanjutnya.

Selebihnya, diakui Anang pihaknya masih membutuhkan alat peraga edukatif (APE) khusus inklusi untuk menunjang pembelajaran. Meski demikian, dinas pendidikan sudah melakukan penghitungan tahun ini. Sehingga, bisa segera dilengkapi.

          Untuk diketahui, secara umum akan ada empat jalur di SPMB Kota Kediri 2025. Yaitu afirmasi dan inklusi, mutasi, prestasi, dan domisili.

Dibanding tahun lalu, ada beberapa perbedaan secara teknis. Di antaranya, di SPMB tahun ini akan ada porsi kuota khusus di jalur domisili.

          “Ada kuota khusus yang kita sebut dengan domisili khusus,” terang Anang sembari menyebut, kuota khusus itu untuk mengakomodasi anak yang rumahnya berada di titik terdekat dengan sekolah.

          Kuota domisili khusus itu ditetapkan 10 persen dari kuota domisili yang ditujukan bagi masyarakat sekitar sekolah. Seleksi untuk jalur itu akan dilakukan berdasarkan jarak.

          “Jalur afirmasi dan inklusi minimal 25 persen. Jalur mutasi maksimal 5 persen. Untuk jalur prestasi minimal 25 persen,” paparnya sembari menyebut jalur domisili untuk SMP sebesar 40 persen, serta TK dan SD minimal 70 persen.

          Lalu, kapan pendaftaran SPMB Kota Kediri dimulai? Anang menyebut pihaknya masih akan melakukan sosialisasi teknis SPMB pekan ini. Setelah sosialisasi selesai, barulah dimulai pendaftaran untuk tiap jalur.

“Tahap awal pendaftaran jalur afirmasi dan inklusi paling cepat baru akan dimulai minggu kedua sampai minggu ketiga bulan ini (Mei 2025, Red),” tandas Anang.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pemkot kediri #disdik kota kediri #sekolah inklusi #radar kediri terkini