Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mbak Wali Jadikan Kota Kediri sebagai Hub Riset Budaya Internasional, Kolaborasi UNP Kediri dengan Malaysia

Sri Utami • Selasa, 6 Mei 2025 | 02:56 WIB
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan cenderamata usai membuka simposium yang berlangsung di hotel Grand Surya.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyerahkan cenderamata usai membuka simposium yang berlangsung di hotel Grand Surya.

KOTA, JP Radar Kediri-Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati membuka kegiatan The 2nd International Symposium, Internasional On Cross Cultural Heritage Indonesia-Malaysia, Senin (5/5) kemarin. Acara di ruang Tegowangi, Grand Surya ini bertema Historical Perspectives on the Relationship Between Javanese Civilization and the Malay Peninsula.

Untuk diketahui, simposium internasional ini merupakan forum ilmiah yang khusus membahas berbagai aspek warisan budaya lintas negara, antara Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini jadi wadah bagi para akademisi, peneliti, budayawan, dan pemangku kepentingan dari kedua negara untuk berdiskusi, bertukar gagasan. Serta memperkuat kerja sama dalam pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya yang saling terkait di antara kedua bangsa.

Simposium juga merupakan kolaborasi strategis antara Universitas Nusantara PGRI Kediri dengan berbagai institusi terkemuka dari Malaysia. Yaitu, CaSEH PERZIM, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Persatuan Warisan Kita (Melaka), Muzium Satera, dan INSWA.

“Selamat datang di Kota Kediri, kota dengan seribu warisan budaya kepada tamu dari Malaysia yang hadir. Saya merasa terhormat bisa menjadi tuan rumah,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Wali berharap simposium tidak hanya memperkaya wawasan. Melainkan bisa memberi kenangan yang indah.

Dia berharap para peserta simposium juga merasa betah. Sehingga, setelah kembali ke Malaysia bisa merasa kangen untuk kembali ke Kota Kediri. “Hal ini juga sesuai dengan visi misi Kota Kediri yakni Mapan (Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni),” lanjut perempuan berusia 26 tahun itu.
​Mbak Wali menyebut, simposium juga jadi momentum untuk mempererat persaudaraan kultural antara Indonesia dan Malaysia. Kedua negara ini memiliki akar sejarah yang sama, nilai budaya yang serupa, dan tantangan masa depan yang sejalan.

"Untuk itu, apresiasi dan terima kasih untuk Universitas Nusantara PGRI Kediri yang telah menjadi tuan rumah kegiatan ini, serta kepada Universiti Teknologi Malaysia dan Caseh Perzim Malaya atas kontribusi dan kolaborasi akademik yang memperkaya pemahaman kita tentang warisan sejarah bersama," terangnya.

Simposium kemarin menurut Mbak Wali sekaligus jadi bukti komitmen semua pihak menjadikan Kota Kediri sebagai hub riset budaya internasional. Melalui diskusi dan pertukaran ilmu itu, dia berharap akan lahir gagasan-gagasan baru yang memperkaya identitas bangsa dan memperkuat kerja sama antarbangsa yang berkelanjutan.

"Dengan mengutip prinsip leluhur, 'Memayu Hayuning Bawana' (merawat keindahan dunia), mari kita terus bekerja sama melestarikan warisan budaya sebagai pondasi peradaban masa depan," tutupnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#unp #kediri #walikota #malaysia #Vinanda