Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sekolah Antusias Ikuti Festival Pelepasan Siswa Berbudaya, Disdik Kabupaten Kediri Sosialisasi dan Gelar Technical Meeting Online

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 3 Mei 2025 | 09:30 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Festival Pelepasan Siswa Berbudaya yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri disambut antusias sekolah-sekolah. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya sekolah yang bertanya ketika berlangsung sosialisasi dan technical meeting online kemarin(2/5).

Kasi Kurikulum dan Kesiswaaan SMP Disdik Kabupaten Kediri Wawan Sahrudi mengatakan, bahwa dalam kegiatan sosialisasi serta technical meeting itu diikuti kepala sekolah. Mulai dari tingkat TK, SD serta SMP negeri dan swasta.

“Adapun sasaran dari kegiatan ini sekitar 2.600 sekolah di Kabupaten Kediri. Dan semua boleh berpartisipasi,” jelasnya.

Dalam TM dijelaskan akan ada beberapa tahapan kegiatan. Pertama adalah seleksi awal. Meliputi pendaftaran dan pengumpulan rencana kegiatan yang diunggah melalui link Google drive yang disiapkan panitia.

Berikutnya, pelaksanaan kegiatan. Yaitu sekolah harus mendokumentasikan kegiatan pelepasan. Yang dapat diunggah ke akun Instagram sekolah atau guru perwakilan, dengan menambahkan tag @disdikkabkediri dan @radarkediri. Sekaligus tagar #FestivalPelepasanSiswaKediriBerbudaya2025 dan #sederhanadanbermakna. Setelah itu dilakukan penjurian tahap pertama.

Berikutnya dalam seleksi kedua dilakukan penentuan semi final. Dalam tahapan ini juri akan melakukan proses penjurian untuk menentukan 10 – 15 besar dari masing-masing jenjang. Penentuan semifinal ini akan menilai kesesuain dan keabsahan data dari peserta. Tim juri juga akan melakukan kunjungan ke lokasi untuk melihat kegiatan acara.

Setelah rampung maka akan ditentukan juara. “Juara yang akan ditentukan juri merupakan  juara 1, 2, 3, juara harapan 1, 2, 3 dari masing masing jenjang,” jelas Wawan, leader dalam kegiatan tersebut.

Peserta TM mengajukan beberapa pertanyaan. Salah satunya seperti pelaksanaannya apakah boleh di luar sekolah atau tidak. Ada pula yang menanyakan terkait jumlah siswa yang kurang dari sepuluh apakah juga bisa ikut serta.

“Boleh dilakukan di luar sekolah, asalkan tidak memberatkan. Tidak boleh yang bersifat menyewa. Boleh kalau dapat sponsor atau sejenisnya. Yang penting tidak boleh menyusahkan wali murid, siswa maupun masyarakat. Semua Lembaga boleh ikut, yang penting kegiatan ini bisa bermakna dan membentuk karakter siswa,” jelas Wawan.

Kepala Disdik Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menambahkan, poin dari kegiatan festival ini yakni agar pelepasan siswa menjadi sesuatu yang bermakna bagi anak. Walaupun kegiatannya sederhana, namun bisa membuat anak menerima maknanya.

“Seperti berbudaya, dalam dalam arti membentuk budaya karakter yang baik. Seperti budaya gotong royong, membantu sesama dan sebagainya,” jelasnya.

Dia mencontohkan kegiatan yang bisa dilakukan seperti kegiatan sederhana dengan kegiatan bakti sosial, atau membantu teman yang memiliki potensi putus sekolah.

Dengan memberikan bantuan dana untuk melanjutkan sekolah atau memberikan sepatu, buku, seragam yang sudah tidak dipakai kepada adik kelasnya.

Sekolah juga bisa bekerjasama dengan sekolah jenjang berikutnya, untuk memberikan kepastian diterima di sekolah jenjang berikutnya agar lulusannya nanti bisa tetap melanjutkan sekolah.

“Dengan demikian ini juga sebagai upaya untuk mengurangi anak putus sekolah. Harapannya bisa berkurang bahkan sudah tidak ada lagi,” jelas Muhsin.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #pemkab kediri #disdik kabupaten kediri #pelepasan siswa