KEDIRI, JP Radar Kediri- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melepas keberangkatan ratusan jemaah haji ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya kemarin.
Orang nomor satu di Pemkab Kediri itu pun mendoakan agar warga Bumi Panjalu bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dengan lancar.
Untuk diketahui, total ada 752 jemaah haji kloter 5 dan kloter 6 yang bertolak ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Pelepasan jemaah ditandai dengan pengibaran bendera oleh Mas Dhito bersama sejumlah pejabat.
“Kita doakan agar para jemaah yang berangkat dalam kondisi sehat, nanti pulang juga dalam kondisi sehat,” ungkap Mas Dhito.
Suami Eriani Annisa ini mengatakan, dirinya juga mendoakan agar para jemaah haji Kabupaten Kediri bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar.
“Titip doa agar Kabupaten Kediri tetap menjadi kabupaten yang ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi,” lanjutnya.
Sebelum melakukan seremoni pemberangkatan, Mas Dhito juga menyapa para jemaah yang sudah berada di dalam bus dan menyalami mereka.
Saat itulah pemimpin muda Bumi Panjalu itu melakukan interaksi singkat dan mendoakan para jemaah.
Dalam pelepasan jemaah yang berlangsung minggu lalu, Pemkab Kediri juga sudah memberi bekal para jemaah.
Yakni, memberikan sambal pecel, sambal tumpang instan, dan bekal makanan khas Kediri lainnya yang bisa dikonsumsi selama berada di Tanah Suci.
Dengan bekal tersebut, masyarakat yang kangen dengan makanan khas Kabupaten Kediri tinggal mengonsumsinya di hotel atau pemondokan.
Tak hanya memperhatikan makanan jemaah, pemkab juga menyiapkan bus untuk armada keberangkatan ke asrama haji dan pulang ke Kabupaten Kediri nanti.
Selain 752 jemaah yang berangkat kemarin, total jemaah haji Kabupaten Kediri yang mendapat porsi melaksanakan ibadah haji mencapai 1.045 orang.
Sebanyak 293 jemaah lainnya yang tergabung di kloter 46 baru dijadwalkan berangkat ke asrama haji pada Senin (14/5) nanti.
Pantauan koran ini, meski keberangkatan jemaah baru dilakukan pukul 12.30, sejak pukul 08.00 jemaah sudah mulai berdatangan ke kantor Pemkab Kediri.
Sesuai ketentuan, kerabat hanya boleh mengantar hingga pintu masuk Pemkab Kediri. Selebihnya, satu pendamping saja yang boleh masuk hingga ke halaman belakang pemkab.
Suasana haru pun terlihat saat jemaah masuk ke Pemkab Kediri. Kerabat melepas mereka dengan pelukan dan tangisan.
Kondisi serupa terjadi saat bus yang mengantar mereka keluar dari Pemkab Kediri selepas salat Jumat kemarin.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita