KEDIRI, JP Radar Kediri– Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II A Kediri berkomitmen mendukung program ketahanan pangan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan di lahan yang sempit adalah menanam terong.
Ada empat narapidana (napi) yang bersungguh-sungguh melakukannya. Mereka bercocok tanam di Sarana Asimilasi Edukasi Lapas Kulon Kali (SAE Lakuli) yang ada di Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto. Luas lahannya hanya 300 meter persegi.
Baca Juga: Hari Buruh, Wali Kota Vinanda Pramesti Lepas 240 Jemaah Haji Kota Kediri
Karena ketekunan mereka, hasilnya cukup meyakinkan. Mereka mampu memanen 18 kuintal terong yang dipanen selama 12 kali. Menurut Kepala Lapas Kediri Solichin, bercocok tanam terong tersebut merupakan implementasi dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Ini komitmen kami mendukung ketahanan pangan yang ada di lingkungan pemasyarakatan,” jelas Solichin.
Baca Juga: Hanya Satu Pendamping yang Masuk Ring 1, Ratusan CJH Kota Kediri Bertolak ke Asrama Haji Hari Ini
Dukungan untuk ketahanan pangan ini diharapkan bisa memberi dampak positif kepada warga binaan yang ada di Lapas. Mereka dilibatkan dalam proses pembibitan, perawatan hingga pemanenan. Empat warga binaan tersebut bekerja keras dalam kegiatan pemupukan setiap selesai panen.
Bekal yang mereka dapat di dalam lapas itu nantinya diharapkan bisa diaplikasikan ketika nanti sudah menghirup udara bebas. Sebab, semua ilmu pertanian yang dilakukan sepenuhnya oleh empat napi yang selalu konsisten menjaga proses pertumbuhan tanaman.
Baca Juga: Komitmen Atasi Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Gandeng Kadin
“Hasil panen terong ini didistribusikan kepada pihak ketiga atau penyedia bahan makanan (bama) dan sebagian disalurkan untuk kebutuhan masyarakat sekitar,” terangnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh wartawan Jawa Pos Radar Kediri, kegiatan ini tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan. Melainkan juga sebagai wadah WBP untuk belajar keterampilan pertanian agar bisa dimanfaatkan setelah bebas dari masa hukuman penjara.
Baca Juga: Prestasi Lagi! Wali Kota Kediri Vinanda Raih Penghargaan Women in Education Improvement
“Melalui program ini WBP dilatih untuk memiliki kemampuan beradaptasi dengan dunia luar setelah menjalani masa hukuman,” tandasnya.
Terakhir Solichin berharap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Lapas IIA Kediri bisa meningkat. Sebab pihaknya tidak hanya berfokus pada pemasyarakatan, tetapi juga pada rehabilitasi dan pemberdayaan sosial WBP.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Kediri Awasi Anggaran Haji dari Pemkab Sebesar Rp 1,4 Miliar
“Kami akan terus berinovasi dalam menciptakan program yang dapat memberi manfaat sosial lebih luas. Baik untuk WBP maupun masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.