Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Antusias! CJH Kabupaten Kediri Bekal Sambal Pecel, Tapi Ratusan Terancam Gagal Berangkat karena Belum Lunasi BPIH

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 25 April 2025 | 06:03 WIB
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyerahkan bekal kepada perwakilan jemaah haji di Convention Hall SLG.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyerahkan bekal kepada perwakilan jemaah haji di Convention Hall SLG.

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Ribuan calon jemaah haji mengikuti pelepasan di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) kemarin. Seperti jemaah tahun lalu, Pemkab Kediri kembali membekali mereka sambal pecel dan sambal tumpang instan yang bisa jadi obat kangen di Tanah Suci.

Untuk diketahui, kuota jemaah haji Kabupaten Kediri sebesar 1.557 orang. Sebanyak 985 di antaranya merupakan jemaah urut porsi. Kemudian, 85 orang jemaah prioritas lansia, 128 jemaah penggabung dan pendamping, serta 359 jemaah cadangan.

Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz mengatakan, dalam pelepasan kemarin total baru ada 1.092 jemaah. Mereka adalah para jemaah yang sudah dinyatakan istitaah dan sudah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).

          “Ada 260-an yang belum melunasi BPIH,” kata pria yang akrab disapa Faiz itu sembari menyebut pelunasan tahap II bisa dilakukan hingga Jumat (25/4) ini.

          Bagaimana jika sampai sore ini mereka belum kunjung melunasi? Menurut Faiz otomatis keberangkatan mereka ditunda tahun depan. Bersama dengan jemaah cadangan yang juga belum bisa berangkat tahun ini. Dengan catatan, tahun depan mereka bisa melunasi BPIH.

          Lebih jauh Faiz menyebut, lebih dari seribu jemaah Kabupaten Kediri nanti akan dibagi ke dalam tiga kelompok terbang (kloter). Yaitu, kloter 5, 6 dan 46.

Untuk kloter 5 dan 6, akan berangkat ke asrama haji Sukolilo pada 2 Mei nanti. Sedangkan kloter 46 baru berangkat 14 Mei nanti. Mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Blitar.

“Setiap kloter itu kan isinya 380-an itu sudah termasuk petugas. Jumlahnya 293 untuk Kabupaten Kediri (di kloter 46, Red) Blitar-nya ada 83 orang. Nanti langsung bertemu di asrama (Surabaya),” terang Faiz.

          Pantauan koran ini, pelepasan jemaah haji kemarin dihadiri oleh Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa. Orang nomor dua di Pemkab Kediri itu memberikan bekal secara simbolis kepada jemaah tertua. Mereka adalah Istadi, 93, warga Tulungrejo, Pare.

          Dewi mengatakan, tahun ini Pemkab Kediri memberikan paket bekal. Isinya mulai sambal pecel, sambal tumpang instan, dan beberapa makanan lainnya. “Jadi ketika bosan dengan makanan sana, dan rindu dengan masakan Kediri, bisa menghilangkan sedikit rindunya,” jelasnya.

Dewi juga mengimbau para jemaah agar menjaga kesehatannya jelang keberangkatan. Sebab, di Arab Saudi perbedaan cuacanya sangat signifikan.

“Kami berharap selama menjalankan ibadah, mulai berangkat sampai sana itu jemaah tetap sehat dan bahagia. Sehingga bisa melaksanakan serangkaian ibadah dengan lancar, menjadi haji yang mabrur, dan selamat hingga pulang ke rumah,” tutur perempuan yang juga ketua Fatayat NU Kabupaten Kediri itu. jelas perempuan yang juga Ketua Fatayat NU itu.

          Sementara itu, jelang keberangkatan jemaah haji Kota Kediri ke asrama haji pada Kamis (1/5) nanti, Kemenag Kota Kediri masih membuka bimbingan haji. Kepala Kemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni menyebut, jemaah bisa memperdalam pemahaman tentang syarat dan rukun haji. Terutama bagi mereka yang merasa belum paham.

          “Bagi yang belum cukup, kami membuka diri untuk memberi bimbingan atau konsultasi pelaksanaan ibadah di KUA kecamatan masing-masing,” ujar Zamroni sembari menyebut konsultasi akan difasilitasi oleh penyuluh agama.

          Bimbingan haji itu menurut Zamroni tidak dipungut biaya. Dia pun mengimbau para jemaah untuk tidak perlu segan minta bantuan kepada petugas di KUA.

          Untuk diketahui, total 240 calon jemaah haji Kota Kediri sudah dilepas secara simbolis oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati pada Rabu (23/4) lalu. Tergabung dalam kloter 3 gelombang pertama, jemaah akan tergabung dengan CJH dari Kabupaten Tulungagung. Berangkat ke Asrama Haji Sukolilo pada 1 Mei, mereka dijadwalkan terbang pada Jumat (2/5) nanti.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #CJH Jatim #CJH 2025 #Kemenag #info haji