KEDIRI, JP Radar Kediri- Warga Dusun/Desa Plosolor, Plosoklaten yang sumurnya tercemar terus berproses. Senin (21/4) lalu, pihak PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) MKSO Tebu Kebun Dhoho melakukan uji bor sumur untuk pemenuhan air bersih.
Pengeboran itu dilakukan untuk melihat kedalaman sumur yang airnya bersih. Nantinya, jika dalam uji pengeboran itu menemukan air bersih di kedalaman tertentu maka nanti akan dijadikan contoh untuk pengeboran sumur di belasan rumah warga lainnya.
Manajer Keuangan dan Umum PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Tebu Kebun Dhoho Ardi Meidianto Putra mengatakan, pihaknya telah melakukan uji coba pengeboran di Plosolor, Plosoklaten. "Ini masih melakukan uji coba, masih belum mengebor (yang untuk bantuan, Red). Untuk mengebor resminya belum," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Ardi mengatakan, dalam uji coba ini, pihaknya mengebor di satu titik saja. Uji ini dilakukan dengan mengebor kedalaman dari 10 meter hingga 20 meter.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan, dan sepakat mencoba satu sumur yang lebih dalem," jelasnya.
Dia mengatakan, jika ternyata hasilnya menemukan air yang jernih dan tidak tercemar maka nantinya akan diusulkan ketika rapat dengan Bappeda. Hasil tersebut juga bisa menjadi percontohan
"Karena kalau sumur dalam biaya operasionalnya gak kuat. Operasional di kebun kami itu untuk listrik sebulan hampir Rp 7 juta. Sumur dalam 170 meter segitu. Makanya coba dulu satu, sedalam 10-20, nanti hasilnya gimana. Tapi ini masih mencoba," jelas Ardi.
Ardi mengatakan, walaupun uji coba ini nanti menunjukkan hasil positif, pihaknya masih tetap menunggu hasil koordinasi dengan Pemkab Kediri.
"Pekan ini, kami akan rapat kembali. Gak bisa diputuskan sendiri. Untuk pembuatan sumur nunggu rapat. Kami belum berani karena menunggu hasil dengan instansi lain," jelasnya.
Terpisah, Kepala Desa Plosolor Pujiyono membenarkan adanya kegiatan uji coba pengeboran itu. Dia mengatakan, kegiatan itu dilakukan untuk mempercepat agar warganya bisa segera mendapatkan pemecahan air bersih.
Pujiyono mengatakan, sebelumnya pihak desa juga sudah melakukan uji coba. Dengan membuat pengeboran baru dengan kedalaman 5 meter. Namun hasilnya masih nihil.
"Ini nanti sampai 20 meter. Sumur dalam apabila tidak ada solusi dari titik ini nanti arahnya ke sumur dalam. Pilihan terakhir, karena itu operasionalnya yang tinggi," jelasnya.
Terpisah, Bintoro Edi, 38, salah satu warga yang sumurnya tercemar, dan juga dijadikan titik uji coba mengaku senang. Pasalnya adanya uji coba ini menunjukkan upaya penyelesaian terus berprogres.
"Harapannya kami bisa dapat air bersih, kalau bisa yang sumurnya kembali normal, atau dibuatkan sumur yang airnya tidak tercemar," jelasnya.
Dia mengatakan, jika nantinya dibuatkan sumur dalam yang membutuhkan biaya operasional mandiri, dia mengaku tidak menerimanya. Dia mengatakan, yang diinginkan warga adalah bisa kembali mendapatkan air bersih seperti sedia kala, tanpa adanya biaya.
"Dari warga untuk biaya operasional tidak mau ikut campur. Tentunya ingin menerima tanpa biaya. Siapapun nantinya yang ternyata jadi penyebab pencemaran, harus bertanggung jawab," jelasnya. (sad/rq)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian