KOTA, JP Radar Kediri- Calon jemaah haji (CJH) Kota Kediri dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci minggu depan. Itu setelah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur menetapkan calon jemaah dari Kota Kediri masuk kelompok terbang (kloter) 3.
Calon jemaah kloter 3 dijadwalkan mulai masuk asrama haji dalam tujuh hari lagi atau pada 1 Mei mendatang.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni. CJH Kota Kediri akan diterbangkan ke Arab Saudi pada gelombang pertama di kloter 3.
Sebanyak 240 CJH Kota Kediri akan satu kloter dengan calon jemaah asal Kabupaten Tulungagung.
“Pukul 11.30 dijadwalkan diterima di asrama haji. Selanjutnya dijadwalkan terbang tanggal 2 Mei di jam yang sama,” ujarnya.
Setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kediri, rencananya CJH akan diberangkatkan dari kawasan GOR Jayabaya.
Dengan estimasi perjalanan 3 jam menuju Asrama Haji Sukolilo, calon jemaah akan diundang untuk bersiap diberangkatkan secara serentak dari GOR Jayabaya mulai pukul 7.30.
“Nanti menunggu 27 April baru ada kepastian jumlah jemaah yang bisa berangkat karena pelunasan biaya perjalanan ibadah haji tahap II masih ada dua hari,” ungkapnya.
Sembari menunggu jadwal pemberangkatan, Kemenag Kota Kediri terus memperkuat koordinasi. Salah satunya dengan Kemenag dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
“Karena satu rombongan, satu kloter dengan Tulungagung, jadi kami memastikan lagi koordinasinya,” tandas Zamroni.
Untuk diketahui, kemarin sebanyak 240 calon jemaah haji secara simbolis dilepas oleh Pemerintah Kota Kediri. Bertempat di Ruang Joyoboyo, pelepasan itu dipimpin Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Vinanda mengatakan, ibadah haji itu merupakan perjalanan spiritual yang menguji fisik, mental, keimanan, dan kesabaran. Dia pun berpesan agar jemaah bisa menjaga kesehatan jelang atau selama ibadah haji.
“Jangan lupa makan makanan bergizi dan mengonsumsi vitamin untuk menjaga stamina. Agar ibadah haji Bapak dan Ibu berjalan lancar,” ujarnya.
Selain itu, dia juga berpesan agar jemaah haji bisa saling menjaga satu sama lain. Apalagi, yang menjalani ibadah di sana tidak hanya jemaah dari Indonesia. Melainkan dari berbagai negara.
Dengan begitu, jemaah diimbau langsung melapor ke petugas saat ada rekan yang merasa kurang sehat.
“Saya harap di sana saling menjaga satu sama lain dan tolong menolong. Saya bersama seluruh jajaran Pemkot Kediri mendoakan yang terbaik. Bapak Ibu semua semoga selalu diberi kesehatan, kesabaran, dan kelancaran,” tandasnya, sembari menitipkan doa untuk Kota Kediri agar bisa lebih MAPAN dan sejahtera masyarakatnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira