Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Baru 231 CJH Kota Kediri Lunasi BPIH, DPRD Kabupaten Kediri Panggil Dinkes dan Kemenag Bahas Persiapan

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 22 April 2025 | 11:00 WIB
Ratusan calon Jemaah haji (CJH) Kabupaten Kediri terancam batal berangkat.
Ratusan calon Jemaah haji (CJH) Kabupaten Kediri terancam batal berangkat.

KOTA, JP Radar Kediri-Jelang tenggat akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahap II, jumlah jemaah yang melakukan pelunasan pembayaran baru 231 orang.

Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri menunggu puluhan orang lainnya hingga 27 April nanti untuk memastikan kuota haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri Ahmad Zamroni melalui Staf Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Solihati Qonita mengatakan, jumlah 231 CJH itu merupakan jemaah penggabungan dan dan pelunasan tahap II non-cadangan.

Terkait kepastian CJH cadangan, menurut Qonita pihaknya harus menunggu hingga 27 April mendatang.

Saat itu kepastian jemaah cadangan baru bisa diumumkan. “Sekarang masih belum tahu,” katanya.

          Adapun hingga kemarin, ratusan calon jemaah haji juga sudah menyelesaikan vaksinasi. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri Hendik Suprianto menyebut ada dua jenis vaksin yang dilakukan CJH.

“Vaksin Meningitis dan Polio,” ujarnya sembari menyebut vaksinasi khusus untuk jemaah yang sudah melunasi BPIH sejak 19 April silam.

          Untuk diketahui, kuota awal jemaah haji Kota Kediri mencapai 272 orang. Namun hingga saat ini, calon jemaah yang sudah melunasi baru 231 orang. Sehingga, ada puluhan yang rawan gagal berangkat.

          Terpisah, DPRD Kabupaten Kediri memanggil dinas kesehatan (dinkes) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri membahas persiapan pemberangkatan haji.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kediri Sulistyo budi menyebut, rapat dilakukan untuk memastikan persiapan haji.

“Insya Allah semua sudah on the track. cuma memang ada beberapa catatan,” ungkap pria yang akrab disapa Budi itu sembari menyebut salah satu catatan dewan terkait jemaah lansia.

Dari total 1.092 jemaah, menurutnya ada sekitar 100 lansia. Meski jumlahnya relatif sedikit, menurut Budi mereka harus tetap jadi prioritas.

Terutama kesehatan mereka di Tanah Suci nanti.  “Kami tekankan juga untuk bisa memberikan pelayanan terbaik saat di sana,” jelasnya.

Untuk diketahui, di setiap kloter nanti hanya ada satu dokter dan satu perawat. Menurut Budi, jumlah tersebut kurang ideal. Apalagi, kondisi di Tanah Suci nanti cukup ekstrem.

Terpisahk Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Kediri menyebut rapat kemarin sekaligus bertukar informasi terkait persiapan pemberangkatan haji.

Dia memperkirakan jemaah Kabupaten Kediri akan berangkat pada awal Mei. “Perkiraan kita kemungkinan di kloter awal, mungkin 2 Mei.

Ada yang juga 14 Mei, tapi ini masih estimasi,” terang pria yang akrab disapa Nawawi itu sembari menyebut kepastian keberangkatan akan dilakukan secara tertulis.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #kemenag ri #kemenag kota kediri #CJH 2025 #cjh kediri 2024 #info haji