KEDIRI, JP Radar Kediri- Pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) 4 mulai memasuki tahap seleksi perencanaan. Tahapan seleksi untuk detail engineering design (DED) itu diperkirakanbutuh waktu tiga bulan. Untuk membangun TPA ‘darurat’ pengganti TPA 1 dan 3 itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mengalokasikan anggaran hingga Rp 10 miliar.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin. Pembangunan TPA yang masih berlokasi di kompleks Bukit Klotok, Kelurahan Pojok, Mojoroto, itu saat ini masih dalam tahap seleksi perencanaan DED. “(Estimasi waktu perencanaan DED, Red) biasanya tiga bulan,” ujarnya.
Sementara, TPA pengganti itu ditargetkan selesai dibangun akhir tahun ini. Dengan tahapan yang masih panjang, pihaknya masih tetap optimistis pelaksanaan proyek bisa dimulai tahun ini.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Yono Heryadi menjelaskan, tahapan seleksi perencanaan pembangunan TPA sudah dimulai pada Maret lalu. Nantinya, proses perencanaan itu sekaligus menentukan perhitungan waktu yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Baca Juga: Mengintip Program MBG di Kediri Usai Libur Lebaran, Begini Menu yang Disajikan
“Berapa waktunya, cukup atau enggak. Nanti kami serahkan ke perencana yang memikirkan. Kalau nggak cukup, ya tahun depan (proyek fisik, Red). Kalau cukup, ya tahun ini dieksekusi,” papar Yono.
Adapun untuk seleksi, pihaknya memperkirakan butuh waktu sekitar dua bulan. Terlebih dengan adanya momentum Lebaran di akhir Maret lalu. Sedangkan untuk perencanaan DED, diperkirakan membutuhkan waktu tiga bulan.
Baca Juga: Lebaran Telah Usai, Program Makan Bergizi Gratis Jalan Lagi di Kediri
Dengan kebutuhan target pelaksanaan di tahun ini, pihaknya memilih menyerahkan itu kepada konsultan perencana. “Sisa waktu itu cukup atau enggak, itu nanti konsultan perencana yang menentukan. Kira-kira masih bisa ditenderkan tahun ini atau tendernya tahun ini, pelaksanaannya Januari (2026),” bebernya sembari menyebut kemungkinan waktu pelaksanaan masih akan dikaji.
Untuk diketahui, Pemkot Kediri akan membangun TPA pengganti dengan konsep berkelanjutan di lahan seluas enam hektare. Hal tersebut imbas TPA eksisting yang terkepras proyek Tol Kediri-Tulungagung. Mengawali pembangunan TPA baru itu, Pemkot Kediri akan lebih dulu membangun TPA ‘darurat’ dengan menggunakan satu hektare lahan di antaranya.
Baca Juga: Tender Stadion GDJ Kediri Tunggu Review Inspektorat, DPKP Targetkan Proyek Masuk UKPBJ Akhir April
Pembangunan yang ditargetkan tahun ini menyusul kondisi TPA eksisting atau TPA 1 dan 3 yang sudah overload. Nantinya, TPA darurat itu akan dibangun dengan konsep lama. Yakni, dengan menggunakan metode sanitary landfill.
Sementara itu, pengelolaan sampah saat ini masih menggunakan metode control landfill. Timbulan sampah yang sudah mencapai ketinggian tertentu akan diuruk dengan tanah. Metode tersebut juga diterapkan di TPA 2 yang saat ini digunakan kembali setelah sebelumnya dinonaktifkan.
Sebelumnya diberitakan, timbulan sampah Kota Kediri yang diarahkan ke TPA Klotok tiap harinya rata-rata bisa mencapai 140 ton. Sembari menunggu pembangunan TPA pengganti atau TPA 4, pembuangan sampah akan bergantian diarahkan ke TPA 3 dan TPA 2.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian