Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lebaran Telah Usai, Program Makan Bergizi Gratis Jalan Lagi di Kediri

Ayu Ismawati • Sabtu, 19 April 2025 | 04:18 WIB
Photo
Photo

Di Kota Kediri, Makan Bergizi Gratis pertama kali bergulir saat bulan puasa. Berhenti ketika memasuki libur Lebaran. Pekan ini, program nasional itu datang lagi, kali ini ada menu ‘makanan berat’.

Suara klakson mobil boks seketika menggerakkan sejumlah guru di SMA Negeri 8 Kota Kediri. Ada yang membantu menurunkan kotak-kotak berisi makanan.

Ada yang menyiapkan tempat, mengamati, kemudian menghitungnya. Ada pula yang segera menyalakan pengeras suara, menyampaikan pengumuman.

“Diinformasikan kepada seluruh ketua kelas bisa mengambil MBG (makanan bergizi gratis, Red),” bunyi pengumuman itu. Sesaat kemudian, para ketua kelas berdatangan. Berkumpul di luar ruang guru.

Memang, Kamis (17/4) itu menjadi pekan pertama bagi seluruh pelajar di sekolah yang satu lokasi dengan Stadion Brawijaya itu mendapatkan makan bergizi gratis. Menjadi satuan pendidikan yang pertama sebagai penerima manfaat program nasional itu.

“Di sini total ada 842 siswa (penerima MBG),” ucap Kepala SMA Negeri 8 Kediri Mardji melalui humas sekolah, Titin Teguh Eka Wahyuni.

Selama empat hari pertama pelaksanaan MBG, paket makanan tiba di sekolah selalu di atas pukul 10.00. Antara pukul 11.00 hingga 12.00.

“Kalau makanan datang, kami sudah menyiapkan absen untuk anak-anak tanda tangan menerima. Jadi kami panggil anak-anak dari pusat (lobi ruang guru, Red) agar anak-anak mengambil. Kami biasanya (atur) per jenjang,” terang Titin.

Menurut Titin, untuk pengiriman di hari ke-empat Kamis lalu, pengirimannya lebih cepat. Pukul 09.40 makanan sudah tiba. Saat anak-anak belum memasuki jam istirahat. Masih mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kelas.

“Biasanya pengirimannya dua kloter. Karena kan 842 mungkin mobilnya ini nggak cukup, jadi dua kali. Dan jedanya terkadang agak lama. Bisa satu jam lebih untuk kloter (gelombang, Red) kedua,” ungkapnya.

Karena jeda yang terlalu lama itu, sebagian anak mengeluh. “Namanya anak kadang melihat temannya sudah menerima, kok saya belum? Sebentar ya, Nak, nunggu dulu. Kami sampaikan seperti itu,” sambungnya.

Hal itu yang agaknya menjadi bahan evaluasi dari penyaluran MBG di tempat ini. Sebab, pada Kamis lalu (17/4) untuk pertama kali MBG disalurkan sekali jalan. Yaitu, 842 porsi dikirimkan langsung dalam satu gelombang.

“Kayaknya anak-anak senang sih, antusias. Mungkin dengan dapat ini kan mereka irit makan siang. Jadi hanya jajan di pagi, siangnya sudah dapat ini,” ungkap Titin.

Jika di sekolah yang berlokasi di Kelurahan Banjaran,  Kecamatan Kota ini menerima paket makanan pada rentang waktu 09.30 – 12.00, berbeda halnya dengan di TK Salma Insani.

Saat Jawa Pos Radar Kediri mendatangi sekolah itu sekitar pukul 09.00, MBG sudah selesai disalurkan.

Termasuk anak-anak yang sudah menyantap menu makan gratis itu. Sayang, kepala sekolah dan guru di sana menolak diwawancarai koran ini.

Informasi yang dihimpun koran ini, sedikitnya ada delapan satuan pendidikan yang menjadi penerima manfaat pertama MBG di Kota Kediri. Yakni, TK Salma Insani, TK Aisyiyah Bustanul Athfal VII, SDN Ngadirejo 1, SDN Ngadirejo 2, SDN Ngadirejo 5. Kemudian SMKS Al Huda, SMP Al Huda, serta SMAN 8 Kediri.

Dari delapan sekolah itu, total penerima manfaat sekitar 3.200 siswa. Sekolah tersebut merupakan sasaran dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berlokasi di Jl Imam Bonjol, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota.

Sayangnya, Kepala SPPG Oktaviano Wilma Pramata belum bisa diwawancarai. Ketika dihubungi koran ini melalui Whatsapp tidak merespons.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan membenarkan terkait mulai berjalannya lagi MBG di sejumlah satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Kediri.

Sejak Senin (14/4) lalu, MBG mulai bergulir kembali dengan menu makanan yang berbeda-beda tiap harinya.

Sebagai penerima manfaat MBG, Dinas Pendidikan—lanjut Anang—mengarahkan setiap sekolah penerima agar mempersiapkan sekolah dan anak didik sesuai petunjuk teknis (juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Sekolah penerima manfaat itu harus mempersiapkan, di antaranya, ruang untuk transit begitu makanan datang,” ujar Anang.

Selain itu, sekolah juga diminta mengatur mekanisme penyaluran dari tempat transit kepada masing-masing murid.

Terkait teknis itu, sekolah diberikan kewenangan untuk mengarahkan guru, murid, atau perwakilan setiap kelas dalam membantu penyaluran MBG.

“Termasuk juga setelah makanan ini selesai dimakan, kotak ini kan harus dikembalikan lagi di tempat transit untuk nanti siangnya diambil lagi oleh petugas dari MBG,” beber Anang terkait tugas-tugas satuan pendidikan penerima manfaat.

Selain itu, fasilitas pendukung seperti tempat cuci tangan dan tempat sampah juga menjadi tugas sekolah.

Pihaknya pun sudah mengecek kesiapan masing-masing sekolah dalam menghadirkan fasilitas pendukung MBG itu.

“Dari sekolah penerima manfaat itu, setelah kita cek ke lokasi, mereka sudah siap semua. Tinggal pemantauan pelaksanaan setiap harinya,” tandas Anang.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Mbg #radar kediri #MBG 2025 #pemkot kediri #Makan Bergizi Gratis #program mbg